Banyuwangi Bangun TPS3R Kertosari Berkapasitas 50 Ton, Perkuat Pengelolaan Sampah Sirkular

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 3 Juli 2026, 16:55 WIB
WhatsApp Image 2026-07-03 at 10.39.18
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan sambutan dalam acara ground breaking TPS3R Kertosari.

BanyuwangiNet.com -Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi pengelolaan sampah untuk kawasan perkotaan dan wilayah sekitarnya melalui konsep ekonomi sirkular.

Pembangunan TPS3R Kertosari resmi dimulai pada Jumat (3/7/2026) yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan target penyelesaian selama 10 bulan.

TPS3R Kertosari didanai Pemerintah Uni Emirat Arab melalui program Clean Rivers. Dengan kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari, fasilitas ini diproyeksikan melayani 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

TPS3R Kertosari akan mengolah sampah rumah tangga yang telah dipilah sejak dari sumbernya. Melalui sistem tersebut, volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

“TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota. Karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus,” kata Bupati Ipuk.

Menurut Ipuk, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Keberhasilan pengelolaan sampah juga bergantung pada perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam membiasakan pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

“Kami harapkan nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, pengembangan sistem pengelolaan sampah di Banyuwangi mendapat dukungan dari berbagai mitra internasional. Sebelum kerja sama dengan Uni Emirat Arab, sejumlah proyek serupa telah didukung Pemerintah Norwegia dan perusahaan asal Austria.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan TPS3R Kertosari menjadi fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan ketiga yang dibangun di Banyuwangi.

TPS3R pertama berada di Desa Balak, Kecamatan Songgon, dan telah beroperasi sejak 2023. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 100 ton sampah per hari serta melayani 73 desa.

Run For Rivers di Banyuwangi Dorong Pengurangan Sampah Sungai

Sementara itu, TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 50 persen. Nantinya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas 160 ton per hari dan diproyeksikan melayani 37 desa di delapan kecamatan.

“Dua TPS3R pertama dibangun dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Norwegia dan perusahaan asal Austria, Borealis. Setelah TPS3R Kertosari, kami juga akan membangun TPS3R di Kecamatan Genteng melalui program Clean Rivers yang didanai Uni Emirat Arab, serta TPS3R di Kecamatan Wongsorejo yang akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” jelas Bayu.

Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, mengatakan pembangunan TPS3R Kertosari merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Program Banyuwangi Hijau Berbasis TPS3R, Upaya Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga mendorong transformasi perilaku masyarakat dan penguatan kelembagaan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, desa, hingga fasilitas pengolahan.

“TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Artikel Terkait