Atraksi Budaya Meriahkan Libur Lebaran di Banyuwangi, Simak Jadwalnya!

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 29 Maret 2025, 21:30 WIB
IMG_20250329_212759

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan selama libur Lebaran tahun ini.

Selain menawarkan keindahan alam dari pantai hingga pegunungan, berbagai atraksi budaya khas daerah juga akan digelar untuk mengisi momen istimewa ini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Banyuwangi tidak hanya kaya akan wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki berbagai atraksi budaya yang menarik dan edukatif bagi keluarga.

Wabup Banyuwangi Pantau Kesiapan Pos Kesehatan dan Pengamanan Lebaran

Barong Ider Bumi: Tradisi Tolak Bala Suku Osing

Salah satu tradisi yang akan digelar adalah Barong Ider Bumi, ritual khas Suku Osing yang berlangsung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Tradisi ini dijadwalkan pada 1 April 2025, tepat pada hari kedua Idul Fitri.

Ritual ini merupakan upacara bersih desa dan tolak bala yang telah dilakukan sejak tahun 1800-an. Dalam prosesi ini, warga mengarak Barong mengelilingi desa sambil melantunkan tembang macapat yang berisi doa, kemudian ditutup dengan selamatan yang menyajikan Pecel Pitik, hidangan khas Suku Osing.

Gubernur Jatim Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Ketapang, Pastikan Kelancaran dan Keamanan

Seblang Olehsari: Tari Sakral dalam Trance

Atraksi budaya lainnya adalah Seblang Olehsari, yang digelar di Balai Adat Olehsari pada 4-10 April 2025. Tradisi ini merupakan ritual kuno yang dipercaya sebagai upaya menolak bala di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah.

Dalam prosesi ini, seorang gadis yang memiliki garis keturunan penari Seblang dipilih secara spiritual untuk menari dalam kondisi trance selama tujuh hari tujuh malam, menciptakan suasana magis yang khas.

Bupati Ipuk Instruksikan Pihak Terkait Fasilitasi Pemudik dan Wisatawan saat Libur Lebaran

Boyolangu Culture Festival: Napak Tilas Leluhur

Boyolangu Culture Festival juga akan menjadi bagian dari rangkaian atraksi budaya selama libur Lebaran. Festival ini digelar pada 7-10 Syawal dengan berbagai acara, termasuk Selamatan Kopat, pertunjukan seni budaya, tradisi Kebo-Keboan, serta Puter Kayun.

Puter Kayun sendiri merupakan tradisi penghormatan terhadap leluhur yang telah membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi, yang ditandai dengan perjalanan napak tilas dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watudodol.

Diaspora Banyuwangi Perkuat Solidaritas dan Networking

Silaturahmi Diaspora Banyuwangi

Sebagai bagian dari perayaan Lebaran, Banyuwangi juga akan menyelenggarakan pertemuan diaspora pada 3 April 2025 di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. Acara yang dimulai pukul 09.00 ini akan dihadiri oleh perantau asal Banyuwangi dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, termasuk Hong Kong, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, dan Australia.

“Kami ingin mempererat tali silaturahmi dengan diaspora Banyuwangi. Ini menjadi momen untuk berkumpul, berbagi pengalaman, serta bertukar ide demi kemajuan daerah,” ujar Ipuk.

Artikel Terkait