ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk, Perkuat Layanan Penyeberangan Ketapang-Bali

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 1 September 2026, 19:03 WIB
WhatsApp Image 2026-09-01 at 16.16.12 (1)
Aktivitas penyeberangan disekitar dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Banyuwnagi.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur penyeberangan di lintasan strategis Jawa–Bali.

Peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang ASDP untuk memperkuat fleksibilitas operasional, meningkatkan keandalan layanan, serta mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan penguatan infrastruktur menjadi langkah strategis agar layanan penyeberangan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan transportasi dan logistik antarpulau.

“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali. Dengan kapasitas infrastruktur yang semakin memadai, kami ingin menciptakan fleksibilitas operasional yang lebih baik, mempercepat proses pelayanan kendaraan, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Heru.

Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi. Dermaga tersebut tengah ditingkatkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen dengan kapasitas 50 ton.

Kesetaraan kapasitas antara sisi Gilimanuk dan Ketapang diharapkan memberikan lebih banyak pilihan dalam pengaturan operasional. Infrastruktur tersebut juga memungkinkan pengelolaan arus kendaraan antara Jawa dan Bali dilakukan secara lebih fleksibel.

Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ASDP memperkuat resilience atau ketahanan operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dengan semakin banyak dermaga yang mampu melayani kendaraan berkapasitas besar, ketergantungan terhadap titik layanan tertentu dapat dikurangi. Pengaturan kapal dan kendaraan pun dapat disesuaikan dengan kondisi trafik maupun situasi operasional di lapangan.

Saat ini, pelayanan kendaraan logistik berkapasitas besar antara lain didukung Dermaga MB 4 dan LCM. Setelah peningkatan Dermaga 2 Gilimanuk dan pembangunan MB permanen di Ketapang selesai, pilihan operasional akan semakin luas, terutama ketika terjadi peningkatan trafik atau periode puncak mobilitas.

Pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Selama proses pengerjaan, ASDP bersama regulator dan stakeholder terkait melakukan penyesuaian pola operasi agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan trafik kendaraan, kesiapan dermaga dan kapal, serta kondisi cuaca dan perairan. Saat ini, sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengaturan trafik juga dilakukan pada area pelabuhan dan akses menuju pelabuhan, termasuk pemanfaatan area Bulusan sebagai buffer zone apabila diperlukan,” jelas Media.

Dalam beberapa hari terakhir, volume kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk bergerak secara dinamis. Kondisi arus laut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sandar kapal dan bongkar-muat kendaraan.

ASDP Akan Tingkatkan Dermaga Ponton Ketapang Jadi MB 50 Ton, Target Beroperasi Saat Nataru

Karena itu, penyesuaian pola operasi dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas. ASDP bersama regulator dan kepolisian terus memantau trafik, mengoptimalkan pola operasi kapal, serta menyiapkan buffer zone untuk membantu mengendalikan arus kendaraan apabila diperlukan.

“Pengembangan infrastruktur ini kami lakukan untuk membangun kapasitas pelayanan yang lebih kuat ke depan. Selama proses berlangsung, fokus kami adalah menjaga pelayanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia serta melakukan penyesuaian operasional secara responsif bersama regulator dan stakeholder terkait,” tambah Media.

Di tengah peningkatan kapasitas infrastruktur, masyarakat yang akan menggunakan lintasan Ketapang–Gilimanuk diimbau memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi layanan sebelum melakukan perjalanan.

KPK Dorong Integrasi Digital Data Manifes ASDP dan Operator Bus di Pelabuhan Ketapang

Informasi mengenai layanan, operasional pelabuhan, maupun kebutuhan bantuan perjalanan dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191. ASDP akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi operasional secara berkala selama proses peningkatan kapasitas berlangsung.

Pengembangan Dermaga 2 Gilimanuk dan infrastruktur pendukung di Ketapang diharapkan memperkuat kapasitas lintasan Jawa–Bali sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasi. Dalam jangka panjang, langkah tersebut ditujukan untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih aman, andal, dan efisien bagi masyarakat maupun sektor logistik.

Artikel Terkait