ASDP Akan Tingkatkan Dermaga Ponton Ketapang Jadi MB 50 Ton, Target Beroperasi Saat Nataru

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 9 Juni 2026, 20:15 WIB
IMG_20240415_133159
ASDP telah resmi menerapkan sterilisasi di kawasan Pelabuhan Ketapang,Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry terus melakukan penguatan infrastruktur di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan Dermaga Ponton di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas hingga 50 ton.

Peningkatan tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan logistik sekaligus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan antara Jawa dan Bali yang menjadi salah satu jalur transportasi tersibuk di Indonesia.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan, proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap lelang yang dilakukan oleh kantor pusat ASDP.

“Sekarang proses lelang di pusat, mungkin Juli sudah mulai,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Arief menjelaskan, pekerjaan peningkatan tidak hanya dilakukan pada struktur dermaga, tetapi juga mencakup penguatan akses jembatan penghubung menuju Dermaga Ponton.

Setelah ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge, fasilitas tersebut akan mampu melayani kendaraan dengan beban hingga 50 ton. Dengan kapasitas baru tersebut, kendaraan logistik berukuran besar, termasuk truk bersumbu tiga, dapat memanfaatkan dermaga tersebut secara optimal.

“Target kami pada libur Natal dan Tahun Baru nanti sudah bisa dipakai,” tegas Arief.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan logistik yang selama ini kerap terjadi di Pelabuhan Ketapang, terutama pada periode libur panjang maupun musim angkutan tertentu.

Perang Timur Tengah dan Rupiah Melemah, Biaya Operasional Kapal Penyeberangan Melonjak

Selain Dermaga Ponton, ASDP juga menyiapkan program peningkatan kapasitas pada sejumlah dermaga movable bridge lainnya di Pelabuhan Ketapang.

Arief menyebut, ke depan Dermaga MB 1, MB 2, dan MB 3 akan ditingkatkan secara bertahap hingga memiliki kapasitas yang sama, yakni 50 ton. Saat ini, Dermaga MB 1 dan MB 2 masih memiliki kapasitas maksimal 30 ton, sedangkan Dermaga MB 3 berkapasitas 25 ton.

Peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat layanan penyeberangan sekaligus mengakomodasi pertumbuhan kendaraan logistik yang melintasi jalur Ketapang-Gilimanuk.

Antrean Truk Logistik Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Kembali Terjadi, Begini Upaya ASDP

Di sisi lain, ASDP juga merencanakan pembangunan tambahan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penambahan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menyeimbangkan kapasitas layanan di kedua sisi pelabuhan.

Namun, rencana tersebut masih menghadapi tantangan terkait ketersediaan lahan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

“Kita juga harus nambah dermaga di Gilimanuk juga. Masalahnya keterbatasan lahan,” kata Arief.

Artikel Terkait