ASDP Perketat Time Table Bongkar Muat Antrean Pelabuhan Ketapang Terus Berkurang
BanyuwangiNet.com – Pembatasan Dermaga LCM dan MB IV Pelabuhan Ketapang khusus untuk kendaraan logistik mulai menunjukkan hasil. Antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai belasan kilometer kini berangsur terurai.
Berdasarkan pantauan pada kanal resmi Pemkab Banyuwangi, Sabtu (19/9/2026) sore, tidak terlihat lagi antrean kendaraan di depan Pelabuhan Ketapang. Sehari sebelumnya, antrean yang sempat mencapai belasan kilometer telah berkurang menjadi sekitar 4 kilometer.
Selain membatasi jenis kendaraan yang masuk ke dermaga tertentu, ASDP bersama stakeholder dan operator kapal juga memperketat penerapan time table atau jadwal bongkar muat. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pergerakan kapal dan mengurangi kepadatan, terutama kendaraan logistik.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan, pembenahan dilakukan bersama BPTD serta operator kapal yang tergabung dalam INFA dan Gapasdap. Untuk memastikan kesepakatan berjalan, pihaknya bersama stakeholder memantau langsung proses bongkar muat di Dermaga LCM dan MB IV pada Jumat (18/9/2026) malam.
Menurut Media, penertiban dilakukan mulai dari proses memasukkan kendaraan atau muatan ke kapal hingga memastikan kapal berangkat sesuai jadwal.
“Sama-sama kita menerapkan ketertiban proses memasukkan kendaraan atau muatan di dalam kapal. Artinya kita menerapkan sistem untuk percepatan semata-mata untuk mengurai kepadatan yang ada di lapangan,” jelasnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketepatan waktu bongkar muat. Kapal harus mengikuti time table yang telah ditetapkan. Jika proses bongkar muat telah melewati batas waktu, kapal tetap harus berangkat.
Apabila kapal masih melanjutkan proses pemuatan, kapal tersebut tidak diperbolehkan melakukan kegiatan muat di sisi Gilimanuk. Kapal harus segera kembali ke Ketapang untuk mengejar jadwal yang tertinggal.
“Ini yang kita terapkan sama-sama, mudah-mudahan pada hari ini kita bisa memberikan layanan terbaik buat pengguna jasa, khususnya pengguna kendaraan-kendaraan logistik,” ujarnya.
Saat ini, time table untuk port time ditetapkan selama 40 menit. Namun, jika proses pemuatan dapat diselesaikan lebih cepat, misalnya dalam 30 menit, kapal bisa langsung diberangkatkan.
“Artinya bisa menyisihkan 10 menit, kalau dikali berapa kali trip itu juga cukup mengurangi kemacetan,” tegas Media.
Dengan pola tersebut, waktu yang berhasil dihemat dalam setiap perjalanan kapal diharapkan terakumulasi menjadi tambahan produktivitas. Dampaknya, jumlah kendaraan yang dapat diseberangkan juga bisa meningkat.
Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi Nurjatim mengatakan, seluruh operator kapal telah sepakat untuk lebih disiplin menjalankan time table.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat penguraian antrean, terutama kendaraan logistik yang sebelumnya harus menunggu berhari-hari di buffer zone.
“Ini sangat memprihatinkan dan kami juga sangat merasa kasihan dengan para sopir-sopir yang sudah berhari-hari menunggu di buffer zone,” katanya.
Nurjatim berharap kondisi antrean dapat semakin membaik hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Operator kapal juga telah menyiapkan kapal-kapal berkapasitas besar untuk dioperasikan secara maksimal.
ASDP Ketapang Tingkatkan Kapasitas Dermaga Jadi 50 Ton, Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Ia menjelaskan, penerapan time table sebelumnya belum bisa berjalan optimal karena keterbatasan kapasitas dermaga. Salah satunya karena Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk sedang menjalani peningkatan kapasitas sehingga sebagian kapal harus dialihkan ke dermaga lain. Pengalihan tersebut kemudian berdampak pada pola operasional dan memicu kepadatan kendaraan.
ASDP Operasikan 24 Kapal di Ketapang-Gilimanuk untuk Urai Antrean Kendaraan
Untuk mengantisipasinya, kendaraan logistik kini diarahkan menggunakan Dermaga LCM dan MB IV Ketapang. Sementara kendaraan kecil atau kendaraan pribadi diarahkan ke dermaga lain.
“Tapi kita sudah mengantisipasi sebetulnya, bahwa untuk logistik kita arahkan ke LCM dan MB IV. Saat ini sudah tidak ada lagi mobil kecil masuk ke dermaga LCM ataupun MB IV. Karena khusus untuk mobil kecil semuanya diarahkan ke MB I dan MB III,” ujarnya.