ASDP Ketapang Tingkatkan Kapasitas Dermaga Jadi 50 Ton, Antisipasi Lonjakan Kendaraan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 10 September 2026, 20:42 WIB
IMG_20251226_123416
Sejumlah kendaraan hendak menuju kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.

BanyuwangiNet.com – PT ASDP Indonesia Ferry terus membenahi fasilitas penunjang di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengantisipasi potensi kemacetan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas sejumlah dermaga secara bertahap. Targetnya, seluruh dermaga movable bridge (MB) di sisi Ketapang maupun Gilimanuk dapat melayani kendaraan dengan beban hingga 50 ton.

Saat ini, peningkatan kapasitas dilakukan pada dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang. Dermaga tersebut sedang ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas beban 50 ton. Pekerjaan serupa juga dilakukan pada dermaga MB II di Pelabuhan Gilimanuk.

General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan, setelah dua dermaga tersebut selesai ditingkatkan, pembenahan akan dilanjutkan pada dermaga MB lainnya di kedua sisi pelabuhan.

“Jadi hampir semuanya bisa (dilintasi kendaraan dengan kapasitas) 50 ton, sehingga mobil-mobil logistik bisa masuk. Ini kan sudah paradigmanya sudah transisi ke logistik ya,” jelasnya, Kamis (10/9/2026).

Peningkatan daya dukung dermaga dilakukan karena karakteristik kendaraan yang menggunakan lintasan Ketapang-Gilimanuk juga mengalami perubahan.

Media menjelaskan, kendaraan angkutan logistik yang melintas saat ini mayoritas berukuran besar dengan tonase di atas 30 ton. Kondisi tersebut membuat kapasitas dermaga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Selain ukuran kendaraan, pertumbuhan jumlah pengguna jasa penyeberangan juga menjadi pertimbangan. Menurut Media, jumlah kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan rata-rata meningkat sekitar 12 hingga 15 persen setiap tahun.

Pertumbuhan tersebut perlu diantisipasi lebih awal, terlebih dengan rencana beroperasinya jalan tol yang dapat memengaruhi pergerakan kendaraan menuju dan dari Bali.

Antrean Ketapang Terurai, ASDP Operasikan 26 Kapal untuk Perkuat Layanan

Karena itu, ASDP menilai penguatan infrastruktur dermaga menjadi bagian penting dalam menghadapi peningkatan arus kendaraan di masa mendatang.

“Nah ini antisipasinya seperti apa, tapi ini memang SDP ini lagi berbenah masalah fasilitas,” tegasnya.

Selain memperkuat infrastruktur dermaga, ASDP juga membutuhkan dukungan dari perusahaan pelayaran swasta untuk meningkatkan kapasitas kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Antrean Kendaraan di Ketapang Berkurang, ASDP Siapkan 27 Kapal dan Pola TBB

Media berharap para pengusaha kapal penyeberangan dapat mendatangkan kapal berukuran besar untuk dioperasikan di lintasan tersebut. Menurutnya, jumlah kapal milik ASDP yang melayani Ketapang-Gilimanuk saat ini masih terbatas sehingga sebagian besar layanan ditopang oleh kapal milik perusahaan swasta.

“Jumlahnya saat ini tiga ya di Ketapa-Gimanuk, sisanya kapal-kapal swasta dan harapannya juga kapal-kapal swasta juga bisa mendatangkan kapal-kapal besar,” ujarnya.

Artikel Terkait