UCI Apresiasi BIG Downhill Banyuwangi, Gantasan Bike Park Dinilai Punya Tantangan Unik
BanyuwangiNet.com – Konsistensi Banyuwangi menggelar kejuaraan balap sepeda downhill mendapat apresiasi dari Union Cycliste Internationale (UCI). Penyelenggaraan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 di Gantasan Bike Park dinilai mampu menghadirkan kompetisi yang menantang sekaligus menjadi ruang pertemuan para pebalap sepeda gunung dari berbagai daerah.
BIG Downhill 2026 berlangsung pada 19-20 September 2026. Kompetisi tersebut diikuti 216 pebalap dari berbagai wilayah Indonesia dan berstatus UCI Class 1 (C1).
Commissaire UCI asal Hong Kong, Daisy Wong Man-San, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan BIG Downhill tahun ini, terutama dari skala kompetisi dan jumlah pebalap yang ambil bagian.
Menurut Daisy, BIG Downhill menjadi salah satu kejuaraan downhill yang berkesan dari berbagai kompetisi yang pernah dikawalnya. Ia juga mengapresiasi Pemkab Banyuwangi dan panitia yang dinilai mampu menyelenggarakan kompetisi berstatus UCI C1 tersebut dengan baik.
“BIG Downhill juga telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dan pebalap sepeda gunung dari berbagai daerah. Kondisi cuaca yang cerah saat babak final turut memberikan pengalaman positif bagi para peserta,” kata Daisy.
Melihat perkembangan kompetisi tersebut, Daisy berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menarik lebih banyak pebalap dari luar negeri.
“Saya sangat berharap pada penyelenggaraan tahun depan, akan makin banyak pembalap mancanegara yang datang dan bergabung di Banyuwangi,” ungkapnya.
Ketua Panitia Penyelenggara BIG Downhill 2026, Munif, mengatakan kompetisi tersebut telah konsisten digelar selama tujuh tahun sejak 2020. Tahun ini, sebanyak 216 pebalap ambil bagian. Mereka berasal dari Jawa Timur, Bali, Batam, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta, Tangerang, hingga Jawa Tengah.
Menurut Munif, penyelenggaraan pada tahun sebelumnya juga diikuti pebalap dari sejumlah negara, seperti Iran, Thailand, Filipina, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Australia. Namun, jumlah peserta internasional tahun ini menurun. Munif menyebut kondisi ekonomi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keikutsertaan pebalap dari luar negeri.
Meski demikian, ia memastikan kualitas penyelenggaraan terus ditingkatkan. BIG Downhill juga menjadi salah satu ajang yang memberikan ruang bagi pebalap untuk berkembang sebelum berkompetisi di tingkat internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan salah satu daya tarik utama BIG Downhill adalah karakter Gantasan Bike Park yang memiliki tantangan berbeda di setiap sektor.
Lintasan sepanjang 2,3 kilometer tersebut termasuk salah satu trek downhill yang cukup panjang. Karakter tanah dan kontur pada bagian atas hingga bawah lintasan membuat pebalap harus memperhitungkan strategi sejak awal hingga garis finis.
BIG Downhill Banyuwangi Diikuti 216 Rider, Berstatus UCI Class 1
“Bagian atas lintasan selalu basah dan lembap karena berada di dalam kawasan hutan. Sebaliknya, sektor bagian bawah selalu kering, bahkan meski diguyur hujan sekalipun. Hal ini membuat laju sepeda makin kencang dan menjadi dilema tersendiri bagi para atlet,” jelas Dwi yang akrab disapa Yani.
Selain kondisi lintasan, Gantasan Bike Park memiliki berbagai obstacle yang menguji kemampuan teknik dan konsentrasi pebalap. Rintangan tersebut antara lain tanjakan, turunan curam, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallride kayu, super bowl, hingga big drop.
Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Penyandang Disabilitas Netra sebagai Terapis
Karakter tersebut membuat BIG Downhill bukan hanya mengandalkan kecepatan. Pebalap harus mampu membaca kondisi lintasan, menentukan strategi, menjaga kontrol sepeda, serta mempertahankan konsentrasi hingga finis.
Tingkat kesulitan lintasan bahkan membuat sejumlah pebalap sempat terjatuh pada babak final. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari tantangan yang ditawarkan Gantasan Bike Park. Dengan status UCI Class 1 dan konsistensi penyelenggaraan selama tujuh tahun, BIG Downhill terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda sport tourism Banyuwangi.