Gapasdap Usul Dermaga LCM Ketapang Diperluas, Bisa Layani 4 Kapal LCT Sekaligus

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 September 2026, 18:58 WIB
WhatsApp Image 2026-09-07 at 07.51.42
Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang diusulkan untuk diperluasa agar mampu menampung lebiih banyak kapal sandar.

BanyuwangiNet.com – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendorong optimalisasi dermaga LCM atau plengsengan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Gapasdap mengusulkan area dermaga LCM diperluas melalui penambahan konstruksi cor beton. Dengan perluasan tersebut, dermaga LCM yang saat ini hanya dapat digunakan untuk tiga kapal sekaligus diharapkan mampu melayani empat kapal LCT untuk melakukan bongkar muat secara bersamaan.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan perluasan dermaga LCM dapat menjadi solusi jangka pendek menyusul tidak berfungsinya Dermaga Bulusan.

Dermaga Bulusan saat ini belum dapat digunakan karena dua fender roboh ke laut dan membutuhkan perbaikan. Sebelumnya, Dermaga Bulusan menjadi pasangan bagi Dermaga LCM 4 Gilimanuk.

“Jika dermaga LCM diperluas dengan konstruksi cor, jumlah kapal LCT yang dapat dilayani bertambah dari 9 kapal menjadi 13 kapal dengan sekaligus 4 kapal bisa sandar melakukan pemuatan sebagai solusi jangka pendek pengganti sementara Dermaga Bulusan,” jelasnya, Senin (7/9/2026).

Menurut Nurjatim, perluasan dermaga LCM menjadi penting karena dapat meningkatkan jumlah kapal LCT yang bisa beroperasi. Saat ini terdapat tiga dermaga LCM yang eksisting. Masing-masing pasangan dermaga tersebut dapat melayani tiga kapal. Dengan penambahan satu fasilitas dermaga pada area LCM, kapasitas pelayanan diproyeksikan bertambah empat kapal LCT.

Penambahan kapasitas sandar ini dinilai dapat membantu mempercepat proses bongkar muat dan meningkatkan jumlah kapal yang bisa melayani kendaraan.

Nurjatim menegaskan, persoalan antrean panjang di kawasan Pelabuhan Ketapang bukan disebabkan minimnya jumlah kapal penyeberangan. Menurutnya, jumlah kapal yang tersedia sebenarnya mencukupi. Persoalan utama justru terletak pada keterbatasan infrastruktur dermaga yang menjadi tempat kapal bersandar dan melakukan bongkar muat.

Karena itu, Gapasdap mendorong pemangku kepentingan menyetujui perluasan Dermaga LCM Ketapang. Bahkan, organisasi tersebut menyatakan siap menalangi biaya pembangunan apabila diperlukan.

Nurjatim memperkirakan kebutuhan anggaran untuk memperluas dermaga LCM menggunakan konstruksi cor beton mencapai sekitar Rp400 juta.

“Kami dari Gapasdap Banyuwangi siap menalangi anggaran tersebut, agar operasional penyeberangan bisa berjalan lancar,” tegasnya.

Antrean Kendaraan 12 Km di Ketapang, ASDP Operasikan 25 Kapal Berkapasitas Besar

Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah cepat untuk menambah kapasitas sandar kapal, terutama selama sejumlah fasilitas dermaga lainnya belum dapat beroperasi secara optimal.

Nurjatim menjelaskan, saat ini terdapat 56 armada kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dalam kondisi normal, sekitar 28 hingga 32 kapal dapat beroperasi setiap hari. Namun, kemampuan operasi saat ini turun menjadi sekitar 23 kapal karena sejumlah fasilitas dermaga mengalami kendala.

ASDP Operasikan 24 kapal dan Terapkan Pola TBB untuk Mengurai Macet di Jalur Ketapang

Dua fasilitas dermaga, yakni Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang dan Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk, sedang menjalani peningkatan kapasitas. Di sisi lain, Dermaga Bulusan belum dapat difungsikan karena kondisi infrastrukturnya belum mendukung keselamatan kapal untuk bersandar. Kondisi tersebut membuat sebagian armada yang tersedia tidak dapat dioperasikan secara maksimal.

“Jadi kembali kami tegaskan, lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal (jumlah kapal sudah lebih dari cukup) tetapi jelas faktor kurangnya dermaga, jumlah kapal eksisting yang sebanyak 56 kapal itu namun yang bisa melayani operasi hanya 40%nya saja. Kapal banyak tapi tempat sandarnya tidak ada,” ujarnya.

Artikel Terkait