ASDP Operasikan 24 kapal dan Terapkan Pola TBB untuk Mengurai Macet di Jalur Ketapang
BanyuwangiNet.com – Antrean kendaraan di akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sempat mencapai 13 kilometer. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan optimalisasi operasional kapal dan koordinasi bersama regulator serta pemangku kepentingan untuk mempercepat penguraian kepadatan.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan penyeberangan Jawa–Bali tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak antrean kendaraan. Menurutnya, kepadatan tersebut menyebabkan ketidaknyamanan sekaligus menambah waktu perjalanan pengguna jasa.
“Kami memahami kondisi ini memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu. Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujar Heru, Jumat (4/9/2026).
Menurut ASDP, antrean kendaraan yang mencapai 13 kilometer dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya peningkatan volume kendaraan logistik yang mencapai sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Peningkatan volume kendaraan tersebut terjadi bersamaan dengan berkurangnya kapasitas layanan dermaga. Saat ini, satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk sementara tidak beroperasi karena sedang menjalani pekerjaan peningkatan kapasitas hingga 50 ton.
Peningkatan kapasitas dermaga tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur penyeberangan. Pekerjaan juga dipersiapkan untuk mendukung kesiapan operasional menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idul Fitri 2027.
Untuk mengoptimalkan kapasitas angkut selama kondisi tersebut, ASDP mengoperasikan 24 kapal berkapasitas besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dari jumlah tersebut, enam kapal menerapkan pola Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB). Pola ini diterapkan untuk mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi waktu kapal berada di dermaga.
Penyesuaian pola operasi dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan, serta aspek keselamatan pelayaran.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, koordinasi dengan regulator dan berbagai stakeholder terus dilakukan untuk mengatur arus kendaraan, terutama kendaraan logistik. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mempercepat penguraian antrean pada akses menuju Pelabuhan Ketapang.
ASDP Ketapang Tunda Penyeberangan Saat Cuaca Ekstrem, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
ASDP memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diminta mengantisipasi tambahan waktu perjalanan akibat kondisi kepadatan.
Pengguna jasa juga diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban selama berada di kawasan pelabuhan maupun antrean kendaraan.
Antrean Kendaraan 12 Km di Ketapang, ASDP Operasikan 25 Kapal Berkapasitas Besar
Media mengapresiasi kesabaran dan pengertian pengguna jasa yang terdampak kondisi tersebut. ASDP, kata dia, akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan operasional agar layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengesampingkan upaya untuk memberikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.