Tinjau Kebakaran di Kawasan TWA Kawah Ijen, Bupati Banyuwangi Usulkan Water Bombing

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 4 September 2026, 21:15 WIB
WhatsApp Image 2026-09-04 at 20.05.40 (1)
Bupati Ipuk meninjau lokasi kebakaran di TWA Kawah Ijen.

BanyuwangiNet.com – Kebakaran yang melanda kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, terus meluas. Hingga Jumat (4/9/2026), titik api telah merembet hingga kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, bahkan mencapai Pos 4 jalur pendakian.

Proses pemadaman cukup sulit akibat kondisi medan yang terjal, banyaknya vegetasi, serta keterbatasan akses dan suplai air menjadi kendala utama petugas di lapangan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung kondisi kebakaran bersama Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jawa Timur Purwantono, Dandim Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, dan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono.

Mereka memantau perkembangan titik api hingga Pos 4 TWA Kawah Ijen. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan puluhan titik api dengan tingkat intensitas mulai dari medium hingga high.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Banyuwangi mengusulkan penggunaan helikopter untuk melakukan water bombing atau pemadaman dari udara. Usulan tersebut disampaikan kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya.

“Kami sudah cek langsung bersama tim. Terpantau masih ada puluhan titik api dari medium hingga high. Karena itu semua sepakat mengusulkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, penggunaan pemadaman dari udara diperlukan karena kondisi medan tidak memungkinkan penanganan hanya mengandalkan tenaga manusia.

“Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti, agar api tidak melebar ke mana-mana,” ucapnya.

Sembari menunggu dukungan pemadaman dari udara, petugas gabungan dan relawan terus melakukan upaya pemadaman secara intensif. Salah satu kendala yang dihadapi adalah suplai air. Petugas harus mengangkut air dari kawasan bawah menuju titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau.

Pemkab Banyuwangi juga meminta dukungan Medco Geothermal Energi untuk membantu menyediakan air. Perusahaan tersebut telah menyatakan kesediaannya memasok air dari embung yang dimiliki.

“Pihak Medco juga sudah bersedia memasok air dari embung mereka. Semua pihak gotong royong berupaya memadamkan api. Terima kasih para petugas dari Tim Gabungan dan para relawan yang terus berupaya keras memadamkan api,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menginstruksikan agar segera didirikan dapur umum di sekitar lokasi untuk mendukung kebutuhan petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, titik api telah merembet hingga Pos 4 jalur pendakian Gunung Ijen. Puluhan petugas dan relawan terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan ekstrem, keterbatasan suplai air hingga akses kendaraan yang terbatas.

“Namun kami upayakan dua unit mobil tangki mengambil posisi terdekat yang bisa kami jangkau untuk menyuplai empat unit mobil double cabin,” ujar Partana.

Asesor UNESCO Apresiasi Pengelolaan Geopark Ijen, Banyuwangi Jalani Revalidasi UGG 2026

Skema tersebut dilakukan agar suplai air dapat sedekat mungkin dengan lokasi kebakaran, sebelum kemudian dibawa menggunakan kendaraan yang mampu menjangkau medan lebih sulit.

Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menjelaskan, kondisi kebakaran cukup serius karena kawasan yang terbakar banyak ditumbuhi material kering yang mudah terbakar.

Kebakaran Gunung Ijen Meluas hingga Jalur Pendakian, Api Dekati Pondok Bunder

Rumput alang-alang, semak belukar, dan berbagai material kering lainnya menjadi bahan bakar yang mempercepat perambatan api. Kondisi angin juga turut membuat api lebih mudah menyebar ke area lain.

“Kalau luas yang terbakar kami belum bisa memastikan,” tutur Purwantono.

Sementara itu, petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan pemadaman untuk mencegah api meluas lebih jauh. Penanganan kebakaran saat ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, petugas konservasi, TNI-Polri, relawan, pelaku wisata, hingga masyarakat sekitar. Seluruh upaya diarahkan untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.

Artikel Terkait