Pawai Lampion Banyuwangi Semarakkan HUT RI ke-81, Padukan Budaya dan Literasi Keuangan
BanyuwangiNet.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Banyuwangi semakin semarak. Setelah Karnaval Kebudayaan pada Kamis siang, 13 Agustus 2026, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Pawai Lampion pada malam harinya.
Pawai yang melibatkan ribuan peserta tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas pelajar, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Banyuwangi sekaligus mengkampanyekan pentingnya literasi keuangan.
Ribuan peserta dari gugus pramuka tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi membawa ratusan lampion dengan beragam bentuk dan warna. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65.
Tema keragaman budaya Banyuwangi terlihat dari berbagai bentuk lampion dan atraksi yang ditampilkan peserta. Sejumlah ikon dan tradisi lokal divisualisasikan dalam parade yang menyusuri jalanan pusat kota.
Di antaranya terdapat lampion berbentuk wayang, Barong Osing, penari Gandrung, hingga instrumen Angklung Caruk. Peserta juga menampilkan berbagai seni tari tradisional.
Tidak hanya itu, sejumlah tradisi masyarakat Banyuwangi turut diangkat dalam parade, seperti Petik Laut, Kebo-keboan, Puter Kayun, serta berbagai atraksi kebudayaan lainnya.
Gemerlap ratusan lampion yang dibawa peserta menjadi daya tarik tersendiri. Pertunjukan seni di sepanjang rute parade juga membuat suasana semakin meriah dan menarik perhatian ribuan warga yang datang menyaksikan.
Salah seorang pengunjung, Riza, sengaja datang bersama anak-anaknya untuk menikmati Pawai Lampion. Warga Glagah tersebut mengaku terhibur dengan berbagai kreasi yang ditampilkan.
“Sangat bagus, semakin kreatif materi yang ditampilkan,” kata Riza.
Pawai Lampion tahun ini memiliki konsep berbeda karena Pemkab Banyuwangi mengkolaborasikannya dengan Peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan pesan literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program itu diharapkan dapat membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.
“Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang meningkat literasinya terkait keuangan,” ungkap Ipuk.
Ipuk berharap kebiasaan menabung dapat membantu keluarga lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga sekaligus mendorong masyarakat merencanakan masa depan dengan lebih baik.
BEC 2026 Angkat Perang Bayu, Harmoni Budaya Lokal Banyuwangi dengan Fashion Kelas Dunia
Di tengah perkembangan layanan keuangan digital, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan dan mewaspadai tawaran pinjaman maupun investasi ilegal.
“Malam ini lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung,” ujarnya.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengapresiasi antusiasme para pelajar yang mengikuti Pawai Lampion. Menurutnya, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi puncak Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang karena dinilai memiliki berbagai inovasi dalam memperluas akses dan pemahaman keuangan masyarakat.
Karnaval Kebangsaan Dalam Rangka HUT RI, Ribuan Pelajar Tampilkan Keragaman Budaya Nusantara
Program Satu Rekening Satu Pelajar terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, industri jasa keuangan, dan berbagai pihak terkait. Kebiasaan menabung sejak dini diharapkan tidak sekadar membentuk kemampuan mengelola uang, tetapi juga menumbuhkan karakter sabar dan bertanggung jawab pada anak-anak.
“Lampion merupakan simbol cahaya dan harapan masa depan kita semua. Demikian pula halnya dengan kebiasaan menabung,” tegas Aris.