Karnaval Kebangsaan Dalam Rangka HUT RI, Ribuan Pelajar Tampilkan Keragaman Budaya Nusantara

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 13 Agustus 2026, 20:15 WIB
1001004043
Karnaval Budaya 2026 dalam ramgka peringatan HUT Kemerdekaan RI diikuti ribuan pelajar.

BanyuwangiNet.com – Ribuan pelajar di Kabupaten Banyuwangi memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan Karnaval Kebangsaan 2026, Kamis (13/8/2026). Beragam budaya Nusantara ditampilkan dalam parade yang berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga.

Karnaval yang digelar pada Kamis pagi tersebut mengambil rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan. Sepanjang jalur karnaval dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan kreativitas para pelajar.

Lebih dari 1.000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, baik negeri maupun swasta se-Banyuwangi, ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka tampil mengenakan beragam pakaian adat dan menyuguhkan atraksi yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Berbagai daerah ditampilkan, mulai dari Bali, Sulawesi, Sumatera Barat, Kalimantan, Madura, Aceh hingga Papua. Selain kostum, peserta juga membawa berbagai properti dan menampilkan fragmen tradisi dari daerah yang mereka representasikan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, Karnaval Kebangsaan tidak sekadar menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus merawat keberagaman budaya Indonesia.

“Karnaval ini tidak sekadar menampilkan kostum, musik, dan kreativitas. Lewat karnaval ini kita ingin menunjukkan bahwa nasionalisme juga bisa tumbuh lewat seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan,” ujar Ipuk.

Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan RI juga harus menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Pemkab akan terus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun Banyuwangi dan Indonesia. Semangat kita sederhana, kita bekerja bersama agar bisa tumbuh bersama,” kata Ipuk.

Karnaval diawali barisan pembawa bendera Merah Putih. Setelah itu, penampilan grup drumband mengiringi barisan kontingen yang mengenakan kostum dan membawa properti khas berbagai daerah.

Sejumlah kontingen juga menyajikan fragmen yang mengangkat sejarah dan tradisi daerah masing-masing sehingga parade tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.

Salah satu penampilan menarik datang dari SMPN 4 Banyuwangi yang mengangkat tema adat Madura. Selain menggunakan pakaian khas Madura, para peserta menampilkan tradisi Rokat Tase’.

Rokat Tase’ merupakan ritual masyarakat pesisir Madura sebagai ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus doa keselamatan dan kelancaran rezeki bagi para nelayan.

Sementara itu, SMPN 1 Banyuwangi mengangkat budaya Sulawesi. Para peserta tampil dengan kostum khas dan membawa replika rumah adat Tongkonan.

Penampilan lainnya disuguhkan MTsN 1 Banyuwangi dengan mengangkat tema Kerajaan Blambangan. Kontingen ini menampilkan fragmen Perang Bayu yang menggambarkan perlawanan masyarakat Blambangan terhadap VOC.

Senja di AWT Banyuwangi Hadirkan Catur Arum, Wisata Alam, Budaya, dan UMKM Kian Diminati

Berbagai tradisi masyarakat Osing juga ditampilkan, mulai dari Tumpeng Sewu, Mepe Kasur, Tari Seblang, Jaranan Buto, Pencak Sumping, hingga pakaian pengantin dan replika rumah adat Osing.

Ragam penampilan tersebut membuat suasana karnaval semakin semarak. Ribuan warga yang memadati rute dari Kantor Pemkab Banyuwangi hingga Taman Blambangan tampak antusias menyaksikan parade.

Wisatawan Mancanegara Ikut Parade BEC 2026, Terpukau Budaya dan Sejarah Banyuwangi

Bukan hanya penonton, para peserta juga menikmati kemeriahan Karnaval Kebangsaan 2026. Bagi mereka, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mengenal budaya dari berbagai daerah.

“Saya senang bisa ikut dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Apalagi kita bisa memakai baju adat seperti ini, jadi semakin bangga menjadi orang Indonesia,” ujar April, siswi SMPN 5 Banyuwangi yang tampil mengenakan pakaian adat Papua.

Artikel Terkait