Masuk Musim Kemarau, 11 Mata Air di Banyuwangi Alami Penurunan Debit

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 4 Agustus 2026, 19:16 WIB
mata air
Ilustrasi kondisi mata air yang mulai mengalami penurunan debit pada musim kemarau.

BanyuwangiNet.com – Memasuki musim kemarau 2026, sejumlah mata air di Kabupaten Banyuwangi mulai mengalami penurunan debit. Hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi mencatat sebanyak 11 sumber mata air mengalami penyusutan debit sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal.

Meski terjadi penurunan, BPBD memastikan kondisi tersebut masih dalam kategori aman dan belum mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan penurunan debit air mulai terjadi seiring berkurangnya curah hujan selama musim kemarau.

“Penyusutannya sekitar 30 persen,” kata Partana, Selasa (4/8/2026).

Menurut Partana, penurunan debit paling banyak ditemukan pada mata air yang berada di wilayah Kecamatan Licin dan Glagah. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut selama musim kemarau berlangsung.

Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan PUDAM Banyuwangi, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat masih mencukupi sehingga belum diperlukan langkah darurat distribusi air.

BPBD mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau di Banyuwangi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September.

“Ketika curah hujan mulai rendah, tentunya persediaan sumber air juga akan ikut menurun,” ujar Partana.

Selain berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih, kemarau panjang juga dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian yang bergantung pada pasokan air irigasi.

Memasuki Kemarau, Banyuwangi Bersihkan Bendungan dan Embung untuk Jaga Pasokan Air Irigasi

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Banyuwangi telah berkoordinasi dengan Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian guna menyiapkan langkah mitigasi.

Dinas Pengairan diminta melakukan kajian terhadap kondisi embung, sungai, dan sumber air irigasi sekaligus mengoptimalkan penampungan sisa air hujan yang masih tersedia.

Antisipasi Dampak El Nino, Banyuwangi Siapkan Satgas Kemarau dan Pemetaan Rawan Kekeringan

Sementara itu, Dinas Pertanian akan mendorong petani menyesuaikan pola tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan agar produksi pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.

“Harapannya petani tidak mengalami gagal panen meski kemarau berlangsung lebih panjang,” kata Partana.

Artikel Terkait