Geopark Ijen Jalani Revalidasi UNESCO Global Geopark, Asesor Dunia Tinjau Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 3 Agustus 2026, 09:16 WIB
1000986516

BanyuwangiNet.com – Geopark Ijen kembali menjalani proses revalidasi sebagai bagian dari status UNESCO Global Geopark (UGG). Dua asesor UNESCO, Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, melakukan penilaian langsung di Banyuwangi dan Bondowoso untuk memastikan kawasan tersebut masih memenuhi standar internasional sebagai geopark dunia.

Revalidasi yang berlangsung selama 2–6 Agustus 2026 ini menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark pada 2023. Evaluasi tersebut merupakan mekanisme wajib yang dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas pengelolaan kawasan tetap sesuai standar UNESCO.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa hasil revalidasi akan menentukan kelanjutan status Geopark Ijen melalui tiga kategori penilaian, yakni Green Card (status dipertahankan), Yellow Card (diberi waktu dua tahun untuk melakukan perbaikan), atau Red Card (status dicabut).

“Peninjauan di PIG menjadi bagian dari evaluasi aspek edukasi dan interpretasi dalam proses revalidasi,” kata Abdillah Baraas, Minggu (2/8/2026).

Selama berada di Banyuwangi, tim asesor dijadwalkan mengunjungi Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI). Di lokasi tersebut, mereka akan mempelajari koleksi geologi sekaligus memperoleh penjelasan mengenai kekayaan warisan geologi kawasan Geopark Ijen, mulai dari batuan, fosil, hingga warisan budaya yang menjadi bagian penting dari UNESCO Global Geopark.

Selain itu, asesor juga akan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah geosite unggulan di Banyuwangi, seperti Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, dan Teluk Pangpang.

Tak hanya menilai aspek geologi, tim UNESCO juga akan melihat praktik pemberdayaan masyarakat yang menjadi salah satu indikator penting dalam pengelolaan geopark.

“Asesor juga akan mengunjungi Kampung Desa Kemiren yang berada di kawasan Geopark Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove,” ujar Abdillah.

Gunung Ijen akan Dipasang Panic Button, Wisatawan Bisa Lapor Darurat Langsung dari Puncak

Revalidasi UNESCO tidak hanya berfokus pada kondisi geologi. Penilaian juga mencakup berbagai aspek lain, seperti konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Melalui evaluasi tersebut, UNESCO memastikan bahwa kawasan geopark tetap dikelola secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menpar Pimpin Rakor Revalidasi Geopark Ijen, Target Pertahankan Green Card UNESCO 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa setelah menyandang status UNESCO Global Geopark, Geopark Ijen tidak lagi hanya menjadi milik daerah, tetapi telah menjadi bagian dari warisan dunia yang harus dijaga bersama.

“Geopark Ijen ini bukan lagi hanya milik Banyuwangi, tetapi sudah menjadi milik dunia. Karena itu, melalui revalidasi ini kita ingin memperlihatkan komitmen dan upaya terbaik dalam menjaga warisan dunia ini,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, proses revalidasi menjadi momentum penting untuk menunjukkan konsistensi pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus mengembangkan Geopark Ijen secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Artikel Terkait