8 Kali Gagal, Putra Banyuwangi Raih Adhi Makayasa AAL 2026 dari Presiden Prabowo
BanyuwangiNet.com – Kegigihan Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Setelah delapan kali gagal dalam berbagai seleksi akademi TNI dan Polri, pemuda asal Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, itu akhirnya meraih penghargaan tertinggi Adhi Makayasa, sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 2026.
Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Rizqi kemudian berbagi kisah perjuangannya saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Jumat (31/7/2026).
“Saya delapan kali gagal. Tapi tidak menyerah. Alhamdulillah pada tes yang ke sembilan saya berhasil lolos,” ujar alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan ke-27 itu.
Rizqi menceritakan, usai lulus SMA pada 2019, dirinya langsung mengikuti seleksi Akademi Militer (Akmil). Namun, ia gugur pada tahap Pantukhir (pemantauan akhir). Setahun kemudian, ia mencoba mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol), tetapi kembali gagal. Pada 2021, ia kembali mengikuti seleksi Akpol dan hasilnya masih belum sesuai harapan.
Tidak ingin berhenti mengejar cita-cita, Rizqi memilih melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Malang pada 2022. Namun, setelah menempuh dua semester, ia memutuskan kembali fokus mengikuti seleksi akademi militer.
Atas saran kedua orang tuanya, pada 2023 ia memilih mendaftar ke Akademi Angkatan Laut.
“Akhirnya tahun 2023 saya mendaftar lagi. Atas saran orang tua, kali ini saya memilih Akademi Angkatan Laut (AAL). Alhamdulillah diterima dan bisa lulus dengan predikat Adhi Makayasa,” katanya.
Prestasi membanggakan lainnya juga datang dari Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng. Alumni SMAN 1 Srono tahun 2022 itu dinobatkan sebagai lulusan terbaik Korps Marinir AAL 2026 dan menerima penghargaan Adhi Prasta.
Perwira asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tersebut juga pernah mengalami kegagalan saat mengikuti seleksi Akademi Militer pada 2022. Namun, pengalaman itu justru memotivasinya untuk mencoba berbagai jalur seleksi pada tahun berikutnya.
“Tahun kedua saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Saya mendaftar di banyak instansi baik dari Polri, TNI, bahkan kuliah. Alhamdulillah ternyata diterima di Akademi Angkatan Laut,” ungkapnya.
Fikri mengaku dirinya bukan siswa dengan prestasi akademik terbaik saat SMA. Bahkan, ia pernah berada di peringkat 36 dari 38 siswa di kelasnya. Meski demikian, ia percaya kerja keras, disiplin, dan doa orang tua menjadi kunci keberhasilannya.
“Dulu saya pernah peringkat ke-36 dari 38 siswa. Tapi saya tidak malu punya mimpi besar. Saya terus berusaha, berlatih dan memohon restu orang tua. Alhamdulillah bisa seperti sekarang,” ujarnya.
Bupati Ipuk Minta HIPMI Banyuwangi Jadi Penggerak Inovasi dan Ekonomi Daerah
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas prestasi kedua perwira muda tersebut. Menurutnya, kisah perjuangan Rizqi dan Fikri menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui ketekunan, kerja keras, dan pantang menyerah.
IPSI Banyuwangi 2026-2030 Dilantik, Fokus Tingkatkan Prestasi dan Jaga Kerukunan Perguruan Silat
Ipuk berharap keberhasilan keduanya menjadi inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus berjuang meraih cita-cita meski harus menghadapi berbagai kegagalan.
“Banyuwangi bangga memiliki pemuda seperti kalian. Ini adalah bukti bahwa kerja keras yang diiringi dengan doa dan restu orang tua akan berbuah kesuksesan. Selamat atas prestasi yang diraih, semoga ke depan bisa menjalankan tugas dengan penuh dedikasi,” kata Ipuk.