Jelang BEC 2026 Desainer Kostum Banyuwangi Kebanjiran Pesanan, Gerakkan Ekonomi Lokal
BanyuwangiNet.com – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tidak hanya dikenal sebagai salah satu agenda budaya unggulan yang menampilkan kreativitas seni dan kekayaan tradisi daerah. Di balik kemegahan parade kostum yang selalu memukau penonton, ajang tahunan ini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memberikan dampak langsung bagi para desainer, pengrajin, hingga pelaku usaha lokal.
Menjelang pelaksanaan BEC 2026, sejumlah desainer kostum di Banyuwangi mulai kebanjiran pesanan. Aktivitas produksi yang meningkat tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai sektor kreatif di daerah.
Beberapa desainer ternama Banyuwangi saat ini tengah disibukkan dengan proses pengerjaan kostum untuk BEC 2026. Desainer kostum Bubu Ramadhan, misalnya, sedang menyelesaikan 11 kostum karnaval. Sementara itu, Rony Sanjaya asal Desa Aliyan dipercaya mengerjakan empat kostum, dan Heru Saputra dari Desa Bomo fokus menyelesaikan tiga kostum lainnya.
Dengan nilai produksi satu kostum yang berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta, sektor ini menghasilkan perputaran ekonomi yang cukup besar menjelang penyelenggaraan karnaval.
Bagi para kreator, BEC bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan kualitas karya sekaligus meningkatkan pendapatan.
“BEC merupakan wadah kreativitas bagi para seniman untuk menuangkan kreasinya karena setiap tahun tema yang diusung selalu berbeda. Di samping menjadi kebanggaan seni, momentum ini jelas menjadi ladang penghasilan yang sangat menjanjikan bagi kami,” ujar Bubu Ramadhan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, BEC juga menjadi sarana bagi para desainer untuk menampilkan identitas dan kemampuan artistik mereka kepada publik yang lebih luas.
Menurut Rony Sanjaya, setiap kostum yang tampil di panggung BEC merupakan hasil proses kreatif yang panjang dan penuh detail. Karena itu, ada kebanggaan tersendiri ketika karya tersebut dapat disaksikan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
“BEC adalah waktu bagi seniman untuk ‘pamer’. Di sinilah tempat kami menunjukkan kualitas, detail, dan orisinalitas karya terbaik Banyuwangi kepada dunia,” kata Rony.
Perputaran ekonomi dari BEC tidak berhenti di tangan para desainer. Proses pembuatan kostum juga melibatkan banyak pengrajin lokal yang mengerjakan berbagai ornamen, mulai dari mahkota, sayap, hingga dekorasi dengan tingkat kerumitan tinggi.
Kolaborasi antara desainer dan pengrajin menciptakan rantai ekonomi kreatif yang saling mendukung. Salah satu pengrajin yang merasakan manfaatnya adalah Sutik, perajin ukiran asal Kampung Melayu, Banyuwangi.
“Di sini kami biasa mengerjakan sayap dan mahkota kostum. Selain menjadi tambahan penghasilan, lewat pembuatan kostum ini, saya juga merasa bangga karena bisa ikut berkontribusi untuk Banyuwangi,” ungkapnya.
Tradisi Mepe Kasur Suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Sambut Tumpeng Sewu
Keterlibatan para pengrajin lokal menjadi bukti bahwa BEC tidak hanya menghadirkan tontonan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai lapisan.
Seluruh proses kreatif tersebut akan bermuara pada penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Juli 2026.
Tahun ini, BEC mengusung tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”, yang mengangkat salah satu peristiwa bersejarah penting dalam perjalanan masyarakat Blambangan.
156 Karya Seniman Nusantara Ramaikan Pameran Seni Rupa Banyuwangi di Harjaba ke-254
Tema kepahlawanan tersebut diperkirakan akan melahirkan berbagai kostum spektakuler yang memadukan unsur sejarah, budaya, dan kreativitas modern. Hasil kolaborasi para desainer dan pengrajin lokal itu nantinya akan menjadi daya tarik utama dalam rangkaian festival budaya yang telah menjadi ikon pariwisata Banyuwangi.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, BEC terus membuktikan perannya sebagai penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan peluang usaha, memperkuat ekosistem seni lokal, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Banyuwangi ke panggung nasional dan internasional.