IPM Naik dan Kemiskinan Turun, Banyuwangi Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,65 Persen pada 2025
BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaporkan sejumlah capaian positif dalam pelaksanaan pembangunan daerah sepanjang 2025. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, hingga kinerja keuangan daerah menunjukkan tren yang membaik.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Kamis (11/6/2026).
Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, Ipuk menjelaskan, sejumlah indikator pembangunan daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Salah satu indikator yang menunjukkan perbaikan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Banyuwangi tercatat sebesar 75,17, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 74,30.
Menurut Ipuk, capaian tersebut tidak hanya mengalami peningkatan, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan.
“Realisasi ini telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 100,40 persen,” ujarnya.
Peningkatan IPM menunjukkan adanya perbaikan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat yang menjadi komponen utama dalam penghitungan indeks tersebut.
Selain IPM, Banyuwangi juga mencatat penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025.
Pada saat yang sama, tingkat ketimpangan pendapatan juga mengalami perbaikan. Hal itu tercermin dari Indeks Gini yang turun dari 0,312 pada 2024 menjadi 0,290 pada 2025. Penurunan kedua indikator tersebut menunjukkan distribusi kesejahteraan masyarakat yang semakin merata di berbagai wilayah Banyuwangi.
Dari sektor ekonomi, Banyuwangi membukukan pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025. Angka tersebut meningkat 0,97 poin persentase dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,68 persen.
Menurut Ipuk, capaian ini menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi yang berhasil diraih Banyuwangi dalam lima tahun terakhir. Bahkan, angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Peningkatan ini menjadi indikator menguatnya aktivitas ekonomi masyarakat serta efektivitas berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Kinerja keuangan daerah juga menunjukkan hasil yang positif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi pada 2025 terealisasi sebesar Rp767,44 miliar atau 103,67 persen dari target Rp740,31 miliar.
Kontributor terbesar berasal dari sektor pajak daerah yang mampu mencatat realisasi Rp456,19 miliar dari target Rp375,07 miliar, atau mencapai 121,63 persen.
Sementara itu, realisasi belanja dan transfer daerah mencapai Rp3,62 triliun dari total anggaran Rp3,97 triliun, atau sebesar 91,21 persen. Realisasi tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
“Secara umum, capaian pendapatan daerah yang melampaui target menunjukkan bahwa pengelolaan pendapatan daerah telah berjalan dengan baik. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan daerah, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” terang Ipuk.
Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Ditarget Rampung Akhir Juni 2026
Selain capaian pembangunan dan keuangan, Banyuwangi juga meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional sepanjang 2025.
Salah satunya adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur.
Banyuwangi juga memperoleh predikat Kinerja Tinggi dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Maskapai Santai Seaplane Pilih Banyuwangi sebagai Basis Operasi Wisata Udara Premium di Indonesia
Ipuk menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ipuk.