Program Banyuwangi Hijau Jangkau 23.410 Rumah Tangga di 73 Desa dengan Pengelolaan Sampah Berbasis TPS3R
BanyuwangiNet.com – Program Banyuwangi Hijau yang mengusung pengelolaan sampah berbasis sirkular terus mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hingga Mei 2026, program tersebut telah menjangkau 23.410 rumah tangga di 73 desa di Banyuwangi.
Program Banyuwangi Hijau merupakan upaya pengelolaan sampah ramah lingkungan yang dijalankan melalui sistem pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah berbasis kawasan. Salah satu implementasinya dilakukan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di sejumlah wilayah.
Sejak mulai diterapkan pada 2023, program ini terus berkembang dalam memperkuat layanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan desa. Saat ini cakupan layanan Banyuwangi Hijau telah menjangkau sekitar 500 ribu jiwa penduduk.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan meningkatnya jumlah warga yang terlibat menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan,” kata Ipuk, Selasa (12/5/2026).
Program Banyuwangi Hijau Berbasis TPS3R, Upaya Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
Salah satu fasilitas utama program tersebut berada di TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon. Sejak awal beroperasi, fasilitas itu telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah dengan dukungan 91 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 652 ton sampah anorganik dan 455 ton sampah organik berhasil dikelola melalui sistem pengolahan yang diterapkan dalam program Banyuwangi Hijau.
Ipuk menegaskan pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan desa dalam pengelolaan sampah terpadu. Melalui program ini, sampah rumah tangga tidak lagi dibakar atau dibuang ke sungai, melainkan dipilah dan dikirim ke TPS 3R untuk diolah lebih lanjut.
“Terima kasih untuk dukungan warga atas program ini. Ini akan mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mengurangi sampah laut,” ujar Ipuk.
Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Pasar Tiap Hari Sabtu dan Minggu untuk 6.500 Pedagang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menambahkan, keberhasilan program tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa. Sebanyak 73 desa telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan membentuk lembaga operator desa untuk mendukung layanan persampahan.
“Desa-desa tersebut juga menganggarkan Alokasi Dana Desa Khusus (ADDK) untuk kegiatan persampahan desa periode 2023–2026 total mencapai sebesar Rp3,97 miliar,” kata Yani.
Selain penguatan infrastruktur dan kelembagaan, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi fokus utama program. Edukasi dan kegiatan pemicuan pengelolaan sampah telah diikuti 46.555 warga melalui berbagai pelatihan fasilitator, edukator desa, pegiat perubahan perilaku, hingga kampanye komunitas yang dijalankan Tim Banyuwangi Hijau.
Pada 2026, Program Banyuwangi Hijau menargetkan perluasan layanan pengelolaan sampah hingga menjangkau 885 ribu jiwa di 116 desa di Banyuwangi.