Dusun Balian Banyuwangi, Kampung Toleransi dengan Potensi Seni dan UMKM Kreatif

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 11 Mei 2026, 16:55 WIB
1000833835
Bupati Banyuuwangi berkunjung ke Dusun Balian di Desa Patoman.

BanyuwangiNet.com -Dusun Patoman Tengah atau yang dikenal masyarakat sebagai Dusun Balian menjadi salah satu kawasan unik di Banyuwangi yang memaduka, kn nilai toleransi, kekayaan seni budaya, dan potensi ekonomi kreatif.

Dusun yang berada di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari ini mayoritas dihuni umat Hindu. Suasana kampung inipun mirip dengan perkampungan di Pulau Bali, lengkap dengan rumah-rumah bergaya khas Bali dan keberadaan pura yang berdiri di tengah permukiman warga.

Namun, bukan hanya nuansa budaya yang membuat Dusun Balian dikenal luas. Kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling membantu antarumat beragama menjadikan kawasan tersebut dijuluki sebagai Kampung Pancasila.

“Selama ini tidak pernah ada masalah. Kalau umat Hindu ada kegiatan, umat lain ikut membantu. Begitu juga sebaliknya, jadi saling mengisi,” ujar Kepala Dusun Patoman Tengah, I Gede Yuda Permana, saat mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) Kamis, (7/5/2026) lalu.

Parade Ternak Banyuwangi, Tampilkan Sapi Seberat 1 ton, Ajang Promosi Peternak dan Persiapan Idul Adha

Di dusun tersebut terdapat Pura Desa Patoman yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat. Anak-anak hingga remaja rutin belajar agama, tari tradisional, gamelan, serta berbagai kesenian daerah di kawasan itu.

Aktivitas tersebut dinilai penting untuk menjaga tradisi lokal sekaligus menjadi ruang kreatif bagi generasi muda Banyuwangi.

Selain dikenal sebagai kampung seni budaya, Dusun Balian juga memiliki pelaku UMKM kreatif yang terus berkembang. Salah satunya adalah usaha seni ukir kayu dan pasir milik Kayan Suartana.

Kayan mulai merintis usahanya di Banyuwangi sejak tahun 2000 sambil aktif sebagai seniman tari dan musik tradisional. Dedikasinya dalam melestarikan budaya melalui seni ukir membuatnya menerima penghargaan tali kasih dari mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pada 2015.

Kini, usaha yang dijalankan Kayan memproduksi berbagai kerajinan berbahan kayu dan pasir pantai, mulai dari ornamen rumah hingga patung artistik. Produknya dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Bali, Nganjuk, hingga Jawa Tengah.

Bupati Ipuk Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Irigasi dari Kementan, untuk Tingkatkan Produktivitas dan Antisipasi Kekeringan

Potensi ekonomi Dusun Patoman juga berkembang dari sektor pertanian, khususnya budidaya Cabe Jawa atau Cabe Puyang yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Salah satu petani setempat, Made Ardana, mengembangkan tanaman tersebut di lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi dengan kurang lebih seribu pohon.

“Perawatannya lebih simpel dibanding cabai biasa. Setelah dipanen tinggal direbus lalu dijemur sekitar tiga hari,” kata Made.

Menurut Made, satu kilogram Cabe Jawa basah dapat menghasilkan sekitar tiga ons produk kering dengan harga jual mencapai Rp85 ribu per kilogram.

Permintaan pasar terhadap komoditas tersebut disebut terus meningkat. Bahkan hasil panen warga telah dipasarkan hingga luar negeri, seperti Jepang dan China, untuk kebutuhan industri kosmetik.

Artikel Terkait