Parade Ternak Banyuwangi, Tampilkan Sapi Seberat 1 ton, Ajang Promosi Peternak dan Persiapan Idul Adha
BanyuwangiNet.com – Ratusan sapi berukuran jumbo meramaikan parade ternak dalam rangkaian Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 yang digelar di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi peternakan unggulan daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, 5–6 Juni 2026, sekitar 120 hewan ternak ditampilkan. Beragam jenis sapi, mulai dari simental, limosin hingga Belgian Blue, ikut dipamerkan. Selain itu, terdapat pula kambing, kelinci, dan ayam sebagai bagian dari pameran.
Parade ternak ini menampilkan sapi-sapi unggulan dari berbagai kecamatan. Tidak hanya dinilai dari bobot dan kualitas, hewan ternak juga tampil menarik dengan berbagai kostum unik, seperti mahkota, aksesori manik-manik, hingga ornamen budaya lokal yang terinspirasi dari kesenian khas Banyuwangi.
Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kontingen Kecamatan Tegalsari yang menghadirkan sapi ras simental berbobot lebih dari satu ton, serta sapi calon kereman dengan bobot di atas 700 kilogram.
Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk 6.836 Warga Miskin, Ini Kriterianya
Dua sapi tersebut berasal dari Enzo Farm milik peternak M. Adam. Keduanya berhasil meraih juara di kategori berbeda. Sapi bernama Max Mojo dengan bobot 1.136 kilogram keluar sebagai juara kategori ekstrem, sementara Angkas Timur memenangkan kategori calon kereman.
“Senang sekali semuanya bisa menjadi juara,” ujar Adam.
Ia menambahkan, sapi-sapi miliknya mulai banyak diminati pasar, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Bahkan salah satu sapinya telah ditawar hingga Rp180 juta, meski belum dilepas karena belum mencapai kesepakatan harga.
“Sudah ada yang menawar Rp180 juta, tapi belum saya lepas karena belum cocok,” katanya.
Operasi Katarak Gratis Banyuwangi 2026 Sasar 350 Pasien, Sudah Bantu 4.500 Warga
Menurut Adam, sebelumnya sapi dari peternakannya juga pernah dibeli oleh Presiden dan Wakil Presiden dengan bobot lebih dari satu ton.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menilai kegiatan ini tidak sekadar kontes, tetapi juga menjadi sarana promosi sektor peternakan daerah. Ia menambahkan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi para peternak untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperluas jaringan pasar.
“Ini menjadi ajang promosi potensi peternakan Banyuwangi. Dengan diparadekan seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung kualitas ternak yang ada,” ujarnya.