UNDP Tertarik Kolaborasi dengan Banyuwangi: Kembangkan Inovasi Lingkungan, Ekonomi, dan SDM Berkelanjutan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 1 April 2026, 21:28 WIB
1000777376
Bupati Banyuwangi menerima kunjungan tim dari UNDP di Pendopo Sabha Swagtha Blambangan Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – United Nations Development Programe tertarik untuk mengembangkan berbagai inovasi pembangunan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi Ketertarikan Lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini disampaikan Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. Ia hadir bersama tim dari Kementerian Koordinator Pangan, Selasa (31/3/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Ipuk memaparkan berbagai program unggulan Banyuwangi. Diantaranya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pengembangan pertanian organik, serta penguatan kelembagaan nelayan.

Tak hanya itu, Banyuwangi juga dinilai berhasil mengintegrasikan inovasi dengan prioritas nasional. Salah satu contohnya adalah penunjukan Banyuwangi sebagai proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) tingkat nasional.

Sujala mengatakan, pihaknya telah lama mendengar reputasi Banyuwangi sebagai daerah inovatif yang aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

“Saya melihat banyak peluang yang sangat berkaitan dengan prioritas UNDP di Banyuwangi, dan sejalan dengan visi Ibu Bupati yang bisa untuk dikembangkan. Apalagi Banyuwangi sudah terbiasa bekerjasama dengan pihak lain dalam membangun daerahnya,” kata Sujala.

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi: Napak Tilas Leluhur Boyolangu Setiap 10 Syawal

Kolaborasi Internasional dan Potensi Pengembangan

Sejumlah program Banyuwangi telah melibatkan kolaborasi global, seperti pengelolaan sampah TPS3R yang bekerja sama dengan Norwegia dan Uni Emirat Arab, serta penanganan sampah laut bersama komunitas lingkungan Sungai Watch.

Menurut Sujala, kesesuaian antara prioritas UNDP dan arah kebijakan Banyuwangi membuka peluang kerja sama yang luas. Terutama di bidang pengembangan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

“Banyak yang nyambung antara prioritas UNDP dengan visi ibu bupati. Misalnya dalam hal pengembangan SDM yang berkelanjutan, peluang ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” terangnya.

Bupati Ipuk menyambut positif rencana kolaborasi ini. Ia menegaskan, Banyuwangi selama ini memang mengedepankan kerja sama lintas sektor untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

Ipuk juga menyampaikan sejumlah program strategis daerah, seperti Banyuwangi Hijau yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, program UMKM Naik Kelas untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, serta berbagai inisiatif penanggulangan kemiskinan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami sangat terbuka. Selama ini kami juga berkolaborasi bersama banyak pihak untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah,” jelas Ipuk.

TNI AD Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Banyuwangi, Target 12 Titik

Artikel Terkait