TPS3R Balak Banyuwangi Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pabrik

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 8 Februari 2026, 15:05 WIB
Banyuwangi getol menggalakkan pengolahan sampah sirkular, salah satu yang terbesar adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Banyuwangi getol menggalakkan pengolahan sampah sirkular, salah satu yang terbesar adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pengelolaan sampah ramah lingkungan melalui penerapan sistem pengolahan sampah sirkular. Salah satu fasilitas yang telah beroperasi adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak di Kecamatan Songgon.

TPS3R Balak berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 84 ton sampah per hari. Fasilitas ini dirancang dengan sistem pengolahan modern berbasis teknologi, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga produksi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif untuk industri.

“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang agar sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, Minggu (8/2/2026).

52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang, Pemkab Banyuwangi Bergerak Cepat

Teknologi Minim Residu dan Bau

Dwi Handayani menjelaskan, seluruh proses pengolahan di TPS3R Balak menggunakan teknologi untuk meminimalkan residu dan mengurangi bau. Pengangkutan sampah dilakukan secara rutin oleh petugas yang berkeliling ke permukiman warga setiap hari.

Saat ini, TPS3R Balak melayani 64 desa di 10 kecamatan di Banyuwangi dan melibatkan 120 tenaga kerja lokal dari warga sekitar.

“Semua sampah yang masuk akan dipilah menggunakan mesin konveyor berdasarkan kategori organik dan anorganik,” jelas Yani.

Sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol dan gelas plastik, kertas, serta dupleks dipres dan dikirim ke pabrik daur ulang atau industri pengolahan.

Sementara itu, sisa sampah anorganik yang tidak memiliki nilai jual, seperti bungkus sachet dan plastik multilayer, diolah menjadi RDF yang ramah lingkungan.

“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik untuk digunakan sebagai bahan bakar industri semen,” ungkap Yani.

Hadiri Haul KH Musayyidi, Bupati Ipuk Tegaskan Peran Ulama dalam Kebijakan

Sampah Organik Jadi Kompos

Untuk sampah organik, TPS3R Balak menerapkan metode windrow composting untuk menghasilkan kompos.

Cairan lindi atau air hasil pengolahan sampah juga diolah melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) agar tidak mencemari lingkungan.

“Semua sampah dikelola tanpa menyisakan residu. Kalaupun ada, langsung dibawa ke TPA dan tidak menginap di TPS3R,” tegas Yani.

Pasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu Kilo Liter Dibangun di Banyuwangi

Rencana Pengembangan TPS3R Baru

Ke depan, Pemkab Banyuwangi berencana membangun TPS3R baru di kawasan Sobo. Fasilitas tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan kapasitas pengolahan 45 ton sampah per hari.

“Secara kapasitas memang lebih kecil karena hanya melayani Kecamatan Banyuwangi, meski lahannya lebih luas,” jelas Yani.

Selain pembangunan TPS3R, pemkab juga akan menyiapkan drainase dan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan akses jalan untuk kenyamanan warga sekitar.

Keberadaan TPS3R Balak turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya diakui Bu Kikit, warga Desa Balak. Ia menyebut, warga kini terbiasa memilah sampah dari rumah, berbeda dengan sebelumnya yang masih membakar sampah.

“Iurannya terjangkau, Rp10 ribu per bulan. Soal bau jarang sekali. Kalau ada, tinggal lapor petugas dan langsung ditangani. Pengolahannya bersih dan rapi,” tuturnya.

Artikel Terkait