Hadiri Haul KH Musayyidi, Bupati Ipuk Tegaskan Peran Ulama dalam Kebijakan
BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menjunjung tinggi aspirasi para ulama dan kiai dalam perumusan kebijakan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul ke-14 KH. Achmad Musayyidi di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (7/2/2026).
Peringatan haul tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Sejumlah kiai, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah tampak berbaur dalam satu majelis doa bersama.
Sejumlah ulama yang hadir di antaranya KH. Fachruddin Manan, KH. Hasan Thoha, KH. Muhaimin Asymuni, KH. Masykur Ali, KH. Muwafiq Amir, KH. Achmad Wahyudi, KH. Sunandi Zubaidi, dan KH. Aly Asyiqin, bersama keluarga besar PP Mabadiul Ihsan. Turut hadir pula tokoh nasional dan daerah seperti H. Abdullah Azwar Anas, H. Syukron Makmun, dan Mufti Anam.
Dari luar daerah, hadir KH. Firjaun Barlaman dari Jember dan Habib Muhammad bin Abu Bakar Al-Muhdlar dari Situbondo. Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi juga tampak hadir, di antaranya Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.
Pasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu Kilo Liter Dibangun di Banyuwangi
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa masukan para ulama menjadi salah satu fondasi penting dalam pengambilan keputusan pemerintahan.
“Nasihat-nasihat dari para kiai kami junjung tinggi dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Kami meyakini aspirasi para kiai membawa aspirasi masyarakat secara luas,” ujar Ipuk.
Ia menjelaskan, aspirasi tersebut kemudian diolah menjadi program wajib dan program prioritas, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan tantangan fiskal daerah.
“Dari aspirasi dan kondisi yang ada, kami menjalankan program seefektif mungkin namun memiliki dampak yang luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Salah satu contoh konkret, menurut Ipuk, adalah program infrastruktur jalan. Pada awal 2026, Pemkab Banyuwangi telah melakukan perbaikan pada sekitar 170 titik jalan berlubang di ruas-ruas utama.
“Secara bertahap, anggaran infrastruktur akan terus dioptimalkan untuk kemaslahatan bersama,” tambahnya.
Pengeroyokan Anak Punk di Banyuwangi, 15 Orang Diamankan, 3 Pelaku Masih Buron
KH. Achmad Musayyidi dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Karangdoro. Pesantren tersebut kini berkembang pesat dengan mengintegrasikan pendidikan salaf, modern, dan berbasis internasional.
Lembaga pendidikan yang dikelola Mabadiul Ihsan mencakup jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, salah satunya Universitas Islam Cordova. Selain itu, juga dikembangkan Pesantren Daar Al Ihsan (DAI) yang menggunakan kurikulum internasional dengan pendekatan pendidikan ramah anak dan lingkungan.
“Akhlakul karimah, keilmuan agama, serta keterampilan dan kepemimpinan menjadi output utama yang kami tekankan kepada para santri,” ungkap Pembina Yayasan PP Mabadiul Ihsan, Gus H. Abdullah Azwar Anas.