Banyuwangi Terima 60 Ribu Saset Susu Pendamping untuk Pasien TB Paru

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 27 Januari 2026, 10:41 WIB
SUSU PENDAMPING - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menunjukkan bantuan susu pendamping bagi pasien tuberkulosis paru di Banyuwangi. Bantuan diberikan untuk mendorong kesembuhan pasien penyakit tersebut.
SUSU PENDAMPING - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menunjukkan bantuan susu pendamping bagi pasien tuberkulosis paru di Banyuwangi. Bantuan diberikan untuk mendorong kesembuhan pasien penyakit tersebut.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi menerima bantuan 60 ribu saset susu pendamping bagi pasien tuberkulosis (TB) paru dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut telah tiba di Banyuwangi sejak pertengahan Januari 2026 dan mulai didistribusikan secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan susu pendamping tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bagian dari program prioritas nasional.

Susu yang diberikan merupakan susu formula khusus berbahan dasar susu kambing dan kurma. Total bantuan dikirim dalam 1.000 dus, dengan masing-masing dus berisi 60 saset susu.

Menurut Amir, susu pendamping ini diperuntukkan bagi pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Program tersebut merupakan bagian dari pilot project nasional untuk mengukur efektivitas susu pendamping dalam mendukung proses penyembuhan pasien TB.

Pura-pura Jadi Sales, Pria di Banyuwangi Curi HP Penjaga Konter

“Ini merupakan salah satu program prioritas dari Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penyembuhan pasien TB paru,” ujar Amir, Selasa (27/1/2026).

Di Kabupaten Banyuwangi, jumlah penderita TB paru tercatat sekitar 3.000 orang, yang mayoritas berada pada rentang usia 15 hingga 59 tahun atau usia produktif. Sementara itu, jumlah suspek TB paru di Banyuwangi mencapai 26.000 orang.

Amir menyebutkan, distribusi susu pendamping akan diprioritaskan bagi pasien TB paru dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Setiap pasien akan menerima 60 saset susu untuk kebutuhan konsumsi selama satu bulan.

Dishub Banyuwangi Siapkan Skema Operasional Becak Listrik Bantuan Presiden

Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap kondisi pasien, tidak menutup kemungkinan jumlah bantuan akan ditambah. Hingga saat ini, proses distribusi susu pendamping telah berjalan melalui puskesmas-puskesmas di Banyuwangi.

Pemberian bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan angka kesembuhan pasien TB paru di daerah tersebut. Saat ini, tingkat kesembuhan pasien TB paru di Banyuwangi berada di angka 88 persen.

“Kami menargetkan angka kesembuhan bisa meningkat hingga 95 persen,” pungkas Amir.

Artikel Terkait