Festival Kita Bisa Banyuwangi Dorong Potensi dan Prestasi Pelajar Disabilitas

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 14 Desember 2025, 19:08 WIB
Festival Kita Bisa digelar di Banyuwangi Park, Selasa (13/12/2025), untuk memeriahkan rangkaian Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Festival itu menampilkan beragam kreasi seni dan olahraga dari anak-anak penyandang disabilitas.
Festival Kita Bisa digelar di Banyuwangi Park, Selasa (13/12/2025), untuk memeriahkan rangkaian Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Festival itu menampilkan beragam kreasi seni dan olahraga dari anak-anak disabilitas.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus mendorong terwujudnya ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Kita Bisa, yang menjadi panggung ekspresi sekaligus apresiasi atas potensi dan prestasi pelajar disabilitas.

Festival yang digelar di Banyuwangi Park, Selasa (13/12/2025), tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember. Beragam kreasi seni dan olahraga ditampilkan oleh anak-anak penyandang disabilitas, mulai dari lomba lari, baca puisi, hingga menyanyi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi semangat dan prestasi para anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tampil dalam festival tersebut.

Undian Sipundiwangi Tahap II, Warga Tamanbaru Banyuwangi Raih Hadiah Sepeda Motor

“Keterbatasan mereka bukanlah kekurangan. Justru dari sanalah lahir prestasi yang membanggakan kita semua. Festival ini adalah wujud komitmen Pemkab Banyuwangi memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak,” kata Ipuk.

Ipuk menegaskan bahwa Banyuwangi berkomitmen menjadi kabupaten yang inklusif bagi semua. Pemerintah daerah tidak hanya menyediakan ruang ekspresi melalui festival, tetapi juga secara aktif menyerap aspirasi penyandang disabilitas melalui program Rembug Disabilitas.

Melalui forum tersebut, Pemkab Banyuwangi merumuskan kebijakan yang berbasis pada pengalaman dan kebutuhan nyata penyandang disabilitas, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab harapan mereka.

Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Kovablik Jatim 2025 lewat Inovasi Jagoan Tani dan I-Care

“Kami juga melaksanakan program sekolah inklusif yang memberikan kesempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk bisa bersekolah di sekolah umum bersama teman-temannya,” sambung Ipuk.

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah juga membuka akses yang lebih luas bagi pelajar disabilitas untuk meraih prestasi dan cita-cita. Salah satunya melalui Beasiswa Banyuwangi Cerdas, yang juga menyasar pelajar difabel berprestasi.

Sementara di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Banyuwangi turut membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Anak-anak jangan menyerah, selalu ada jalan untuk yang sungguh-sungguh mengejar impiannya. Kami telah membuka peluang ini dan akan menjembatani,” ujar Ipuk.

Terima Sertifikat TORA, Ribuan Warga Temurejo Banyuwangi Gelar Doa Bersama dan Syukuran Massal

Ia juga mengajak seluruh pelajar dan masyarakat untuk saling menghargai serta saling membantu. Ipuk menegaskan tidak boleh ada perundungan, penghinaan, maupun kekerasan terhadap anak-anak dengan keterbatasan fisik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, menyampaikan bahwa Festival Kita Bisa merupakan bagian dari upaya memperkuat Banyuwangi sebagai kabupaten inklusif, khususnya di bidang pendidikan.

“Kegiatan ini memberi panggung bagi anak-anak disabilitas yang bersekolah di sekolah reguler, agar bakat dan potensinya bisa tersalurkan sekaligus diapresiasi,” ujar Suratno.

Bertemu Direksi InJourney, Bupati Ipuk Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata Banyuwangi

Ia menjelaskan, rangkaian Festival Kita Bisa telah dimulai sejak Agustus 2025, meliputi asesmen satuan pendidikan inklusif, bimbingan teknis bagi guru pembimbing khusus, hingga pelaksanaan pekan olahraga dan seni anak inklusif.

Saat ini, Banyuwangi memiliki 173 satuan pendidikan penyelenggara inklusif, dengan 1.275 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah reguler, didampingi oleh sekitar 250 guru pembimbing khusus.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, kami berharap Banyuwangi semakin kuat sebagai kabupaten inklusif dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi semua anak,” pungkasnya.

Artikel Terkait