Festival Literasi Using Banyuwangi, Upaya Melestarikan Bahasa Daerah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 3 November 2025, 15:22 WIB
LESTARI: Festival Literasi Using yang berlangsung pada 1 November 2025 lalu ini diikuti 400 pelajar tingkat SD-SMP se-Banyuwangi.
LESTARI: Festival Literasi Using yang berlangsung pada 1 November 2025 lalu ini diikuti 400 pelajar tingkat SD-SMP se-Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Using, yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Literasi Using, ajang tahunan yang melibatkan ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMP.

Tahun ini, festival yang digelar pada 1 November 2025 itu memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Sebanyak 400 pelajar dari berbagai sekolah di Banyuwangi berpartisipasi dalam tujuh kategori lomba, seperti menulis aksara Using, menulis cerpen, membaca geguritan (puisi), nembang (menyanyi), ngewer (stand up comedy), dan ndongeng (bercerita). Khusus untuk jenjang SD, terdapat tambahan lomba memengan sandiworo atau bermain sandiwara.

AHY: Bandara Banyuwangi Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Daerah

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap lomba. Salah satunya Ahmad Syauqi Ghifari, siswa kelas 5 SDN 1 Kalibaru Wetan, yang mengikuti lomba baca puisi. Ia mengaku berlatih intensif bersama gurunya selama dua minggu sebelum tampil.

“Agak susah, tapi senang karena menambah kemampuan bahasa saya. Anak sekarang tidak boleh hanya bisa Bahasa Inggris, tapi juga harus belajar bahasa daerah, bahasa asli kita,” ujar Ghifari.

Ia menambahkan, di lingkungannya banyak yang berbahasa Jawa, sehingga kesempatan belajar Bahasa Using membuatnya lebih mengenal identitas daerah sendiri.

Menko AHY Nikmati Fun Run di Banyuwangi, Ajak Wisatawan Jelajahi Keindahan Alamnya

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya pelestarian bahasa daerah di tengah dominasi bahasa nasional dan asing yang semakin kuat di kalangan generasi muda.

“Upaya pelestarian bahasa sejak dini sangat penting untuk membangkitkan kembali kebanggaan terhadap bahasa lokal,” kata Bupati Ipuk.

“Festival Literasi Using menjadi wujud nyata komitmen kami melestarikan bahasa daerah melalui jalur pendidikan,” imbuhnya.

Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan pihak sekolah yang telah mendukung kegiatan ini.

“Ini ikhtiar bersama. Melalui Festival Literasi Using, kita tidak hanya menjaga budaya, tapi juga menumbuhkan literasi dan masa depan anak-anak yang lebih cemerlang,” ujarnya.

Kemenlu Koneksikan Banyuwangi dengan Jaringan Industri Kreatif Dunia

Pelaksanaan Festival Literasi Using bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Para juara nantinya akan mewakili Banyuwangi di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menyebutkan bahwa sejak 2023 perwakilan Banyuwangi selalu berhasil menembus tingkat nasional.

“Anak-anak kita sudah dua tahun berturut-turut menjadi juara di tingkat provinsi dan nasional,” ungkapnya.

Salah satu peserta yang sukses meraih Juara 1 kategori Mendongeng tingkat SMP adalah Graceylla Alleynadyne Claudya Pesik, siswi kelas 8 SMPN 5 Banyuwangi. Ia menampilkan dongeng berjudul Arak-arakan Kembang Ndog atau Pawai Bunga Telur, yang mengangkat tradisi perayaan Maulid Nabi dalam budaya Using.

Bertemu Bupati Situbondo, Bupati Ipuk: Sinergi dan Kolaborasi Kunci Keberhasilan Daerah

“Syukur bisa menang. Keren juga bisa juara lomba Bahasa Using,” katanya dengan senyum bangga.

Atas konsistensinya menjaga bahasa daerah, Banyuwangi telah dua kali menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FBIN) tahun 2024 dan 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pelestarian Bahasa Using yang terus dijalankan secara berkelanjutan.

Artikel Terkait