Pengguna Kereta ke Banyuwangi Terus Naik, 3 Stasiun Direnovasi Bernuansa Osing

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 16 Oktober 2025, 17:15 WIB
Suasana di Stasiun Banyuwangi Kota.
Suasana di Stasiun Banyuwangi Kota.

BanyuwangiNet.com – Jumlah pengguna kereta api menuju Banyuwangi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menyikapi tren positif ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember melakukan renovasi tiga stasiun utama di Banyuwangi dengan sentuhan nuansa adat Osing, yang merupakan identitas budaya masyarakat setempat.

Tiga stasiun yang direnovasi adalah Stasiun Ketapang, Stasiun Banyuwangi Kota, dan Stasiun Kalisetail. Renovasi tersebut diharapkan tak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa jumlah penumpang ke tiga stasiun tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Penumpang di tiga stasiun tersebut terus meningkat, apalagi menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Renovasi ini untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menghadirkan ciri khas lokal Banyuwangi di area stasiun,” ujar Cahyo.

Kesaksian ABK Selamat Kapal Ikan Terbakar di Samudera Hindia: Ledakan dari Mesin

Berdasarkan data triwulan III tahun 2025, Stasiun Jember masih menjadi stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi di wilayah Daop 9. Namun, Banyuwangi menempati posisi kedua hingga keempat melalui Stasiun Banyuwangi Kota, Ketapang, dan Kalisetail. Jika tiga stasiun itu digabungkan, total penumpang Banyuwangi menjadi yang tertinggi di wilayah operasi tersebut.

Renovasi Stasiun Ketapang Paling Besar

Menurut Cahyo, renovasi paling besar dilakukan di Stasiun Ketapang. Fasad bangunan utama akan mengusung arsitektur khas suku Osing, sama seperti konsep yang diterapkan di Stasiun Banyuwangi Kota.

“Renovasi di Stasiun Ketapang meliputi area hall utama, ruang boarding, dan jogging track di sisi utara stasiun. Pekerjaan dimulai sejak Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2025, agar bisa berfungsi optimal sebelum masa angkutan Nataru 2026,” jelasnya.

Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Siap Digelar 25 Oktober, Hadirkan Ribuan Penari di Pantai Marina Boom

Sementara itu, Stasiun Banyuwangi Kota tengah menjalani penataan ulang dengan peninggian atap bangunan lama agar selaras dengan desain modern bangunan barunya. KAI juga meninggikan peron dan memperbarui atap agar serasi dengan lingkungan sekitar.

“Target pekerjaan di Stasiun Banyuwangi Kota selesai sekitar Maret 2026,” tambah Cahyo.

Untuk Stasiun Kalisetail, KAI fokus pada penataan ulang pintu masuk, gate parkir, area parkir, penambahan musala, dan area tenant komersial.

“Kami ingin pengguna dan masyarakat yang mengakses Stasiun Kalisetail merasa lebih nyaman,” kata Cahyo.

Pertumbuhan penumpang di stasiun ini juga cukup signifikan. Pada 2024, rata-rata penumpang harian sekitar 1.500 orang, meningkat menjadi 2.500 orang per hari pada 2025.

Menko Pangan RI Panen Brokoli dan Tinjau Program Ketahanan Pangan PNM di Kopeng

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya terhadap langkah KAI yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain infrastruktur transportasi.

“Konsep yang diusung KAI sejalan dengan upaya Pemkab Banyuwangi untuk menjadikan ruang publik tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai budaya dan historis,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, kehadiran stasiun dengan sentuhan budaya Osing dapat memperkuat identitas Banyuwangi sekaligus menjadi ruang interaksi sosial baru bagi masyarakat.

“Stasiun bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, tetapi juga ruang publik tempat warga bisa beraktivitas dan menikmati suasana khas Banyuwangi,” ujarnya.

Artikel Terkait