Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Ipuk Bersama 4 Menteri Finalisasi Digitalisasi Bansos
BanyuwangiNet.com – Banyuwangi resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan (pilot project) dalam penyempurnaan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) nasional. Program ini dijadwalkan diluncurkan pada minggu ketiga September 2025, dengan rencana kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto.
Finalisasi program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Rapat dipimpin oleh Ketua DEN sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, dan dihadiri oleh 20 kementerian/lembaga, termasuk empat menteri dan empat wakil menteri.
Pembangunan Jalur Lintas Selatan Banyuwangi-Jember Tersisa 14,1 Km
Menteri yang hadir antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menpan RB Rini Widyantini, Menkomdigi Meutya Hafid, serta Menteri Bappenas Rachmat Pambudy. Hadir pula sejumlah pejabat tinggi lain seperti Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendagri Bima Arya, Wamen BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Luhut, sistem bansos digital dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan dengan menekan inclusion dan exclusion error, memperkuat transparansi, dan memungkinkan warga melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri.
“Dengan sistem ini, penerima bansos akan lebih tepat sasaran. Bahkan, digitalisasi ini bisa berkontribusi pada penghematan anggaran hingga lebih dari Rp500 triliun,” ujar Luhut.
Jalur Gumitir Dibuka Lebih Cepat, Bupati Banyuwangi Bersyukur Percepatan Perbaikan
Ia menambahkan, bansos yang tepat sasaran mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Ingat, bansos itu bisa berdampak 0,3 persen sampai 0,4 persen terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Proses digitalisasi akan didukung oleh sistem back-end otomatis yang melakukan verifikasi data lintas lembaga, mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BI–Himbara, ATR/BPN, hingga Samsat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan daerahnya sebagai proyek percontohan.
CFD Jalan Ahmad Yani Banyuwangi Ramai, 370 UMKM Antusias Ikut Berjualan
“Kami telah mengupayakan transformasi digital sejak 2012, bahkan hingga ke level desa dan kelurahan dengan pemasangan fiber optic sebagai infrastruktur utama. Ini kebanggaan sekaligus tantangan bagi Banyuwangi,” kata Ipuk.
Untuk mendukung program ini, Banyuwangi telah menyiapkan Inovasi Banyuwangi One ID, yaitu sistem berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dapat diakses melalui aplikasi Smart Kampung. “One ID ini sudah terintegrasi dan siap disatukan dalam Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional,” tambah Ipuk.
Jika uji coba di Banyuwangi berjalan lancar hingga Desember 2025, pemerintah berencana memperluas digitalisasi bansos ke daerah lain. “Kalau Banyuwangi sampai Oktober–Desember bagus, pada Januari 2026 Presiden bisa mencanangkan secara nasional,” ujar Luhut.