Masih Menanti Kabar, 17 Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bertahan di Posko Ketapang

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 Juli 2025, 12:56 WIB
BERTAHAN - Keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (7/7/2025).
BERTAHAN - Keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (7/7/2025).

BanyuwangiNet.com – Lima hari setelah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, sebanyak 17 keluarga korban masih bertahan di posko darurat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (7/7/2025). Mereka menunggu kabar pasti soal nasib anggota keluarga yang hingga kini belum ditemukan.

Posko yang berada di lantai dua ruang tunggu pelabuhan ini menjadi tempat sementara mereka bermalam. Dengan fasilitas sederhana seperti kasur lipat dan ruang bermain anak yang disediakan petugas, keluarga korban tetap setia menanti perkembangan pencarian.

“Kami periksa kesehatan seluruh keluarga yang ada di sini,” ujar Pipin Arisandi, Kasubag Administrasi Umum BKK Probolinggo, yang turut membantu layanan medis di lokasi.

Satu Identitas Korban KMP Tunu Pratama Jaya Terungkap, I Kadek Oka Asal Klungkung asal Bali

Menurut Pipin, setiap pagi tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Jika ada anggota keluarga yang mengeluh sakit, mereka langsung mendapatkan penanganan medis.

Jumlah keluarga yang bertahan di posko sebenarnya sudah berkurang. Sehari sebelumnya, tercatat ada 27 keluarga yang masih berada di lokasi. Namun, beberapa di antaranya memilih pulang meski anggota keluarga mereka yang diduga menjadi korban belum ditemukan.

“Ada yang pulang pergi, terutama keluarga yang tinggal tak jauh dari pelabuhan. Mereka memantau dari pagi hingga malam, lalu pulang untuk istirahat,” imbuh Pipin.

Dari 17 keluarga yang masih bertahan, salah satunya adalah keluarga Erna, warga Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Ia mengalami penurunan kondisi fisik karena terus menunggu kabar anaknya, Daniar Nadief (21), yang diduga ikut dalam kapal naas tersebut.

RSUD Blambangan jadi Pusat Post Mortem Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Pemkab Banyuwangi Siapkan Layanan

Meski nama Daniar tidak tercantum dalam daftar manifes penumpang, keluarga yakin ia berada di kapal tersebut saat kejadian. Daniar diketahui baru saja kembali dari Kalimantan dan berencana ke Bali untuk bertemu rekan bisnisnya.

“Daniar sempat tiga hari di rumah setelah pulang dari Kalimantan. Rabu malam (2/7/2025), dia pamit ke Bali,” ungkap Andriyanto, suami Erna.

Keesokan paginya, keluarga mendengar kabar bahwa sebuah kapal feri tenggelam di Selat Bali. Sejak itu, Daniar tak bisa dihubungi, dan namanya tidak ditemukan dalam daftar korban selamat maupun korban meninggal.

Wapres Gibran Temui Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya

“Selama pencarian masih berlangsung, kami akan terus bertahan di posko ini. Kami hanya ingin kepastian,” kata Erna pelan.

Meski suasana posko penuh keprihatinan, ada upaya untuk menjaga semangat para keluarga korban, termasuk penyediaan tempat bermain anak agar suasana tak terlalu muram. Namun, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kejelasan nasib orang-orang yang mereka cintai.

Sementara itu, tim SAR dan otoritas terkait masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan tempat kapal tenggelam.

 

Artikel Terkait