RSUD Blambangan jadi Pusat Post Mortem Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Pemkab Banyuwangi Siapkan Layanan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 6 Juli 2025, 15:41 WIB
FASILITASI POST MORTEM - Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelaksanaan Post Mortem untuk korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang ditempatkan di RSUD Blambangan. Rumah sakit milik daerah tersebut dijadikan pusat Post Mortem korban KMP Tunu Pratama Jaya.
FASILITASI POST MORTEM - Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelaksanaan Post Mortem untuk korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang ditempatkan di RSUD Blambangan. Rumah sakit milik daerah tersebut dijadikan pusat Post Mortem korban KMP Tunu Pratama Jaya.

BanyuwangiNet.com – RSUD Blambangan ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Post Mortem bagi para korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya. Langkah ini dilakukan menyusul koordinasi dengan Polda Jawa Timur, menyusul proses identifikasi jenazah korban yang ditemukan di perairan Bali dan Banyuwangi.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Jatim, RSUD Blambangan ditetapkan sebagai pusat Post Mortem. Kami sudah menyiapkan seluruh fasilitas pendukung yang diperlukan, termasuk ruang tunggu dan tempat istirahat bagi keluarga korban,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu (6/7/2025).

Sebagai pusat identifikasi, RSUD Blambangan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari kontainer pendingin untuk jenazah, ruang penyimpanan, peti jenazah, hingga layanan administrasi seperti surat kematian. Pemkab juga menyediakan Gedung Bhayangkara—yang berada tepat di depan rumah sakit—sebagai tempat khusus bagi keluarga korban.

Diduga Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Kedalaman 50 Meter Selat Bali

Sejak Sabtu malam (5/7), tim dari Biddokkes Polda Jatim sudah mulai mensupervisi persiapan fasilitas yang dibutuhkan. “Kami juga siagakan tenaga medis tambahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Ipuk.

Selain aspek medis, Pemkab Banyuwangi juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis keluarga korban. Tim khusus trauma healing disiapkan terdiri dari 15 psikolog: 7 berasal dari Polresta Banyuwangi, 6 dari Dinas Sosial PPKB, dan 2 dari RSUD Blambangan.

“Kami juga melibatkan BPBD dan tim dari berbagai puskesmas untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan awal,” tambah Ipuk.

Periksa Kesehatan di RSUD Blambangan, Tim Penyelam Siap Lakukan Operasi Bawah Laut

Proses Post Mortem dipimpin oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Koordinator Post Mortem, dr. Tutik Purwanti, Sp.FM, mengungkapkan RSUD Blambangan telah siap menjalankan seluruh tahapan identifikasi, dengan dukungan sekitar 30 personel dari berbagai instansi medis.

“Tim ini tidak hanya dari RSUD Blambangan, tapi juga dari RS Bhayangkara Bondowoso, RS Bhayangkara Lumajang, RSUD Dr. Soetomo, dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,” jelas dr. Tutik yang merupakan Spesialis Forensik Medikolegal.

Hari Keempat Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR Siapkan Operasi Penyelaman dan Alat Pencari Bawah Laut

Ia menambahkan semua jenazah maupun barang milik korban yang ditemukan, baik di wilayah perairan Bali maupun Banyuwangi, akan dikumpulkan di RSUD Blambangan. “Seluruh data akan dipilah, disinkronkan, dan direkonsiliasi oleh tim DVI yang juga melibatkan tim Inafis,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait