Kembali Diluncurkan, Banyuwangi Libatkan Ribuan Pelajar Rawat Sungai Lewat Program Sekardadu

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 22 Juni 2025, 07:53 WIB
JAG A SUNGAI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan Sekardadu 2025 di area Sungai Talun Bayun, Desa Bedewang, Kecamatan Songon, pada 19 Juni 2025.
JAG A SUNGAI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan Sekardadu 2025 di area Sungai Talun Bayun, Desa Bedewang, Kecamatan Songon, pada 19 Juni 2025.

BanyuwangiNet.com – Sungai memiliki peran vital dalam mendukung kehidupan masyarakat. Selain sebagai sumber air bersih, sungai juga menunjang ekosistem dan aktivitas ekonomi, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Namun, pencemaran sungai bisa berdampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas sosial.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Sungai yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan perekonomian. Sebaliknya, sungai yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, merusak ekosistem, dan mengganggu aktivitas manusia,” ujar Ipuk, Minggu (22/6/2025).

Sungai Badeng, Panorama “Swiss”-nya Banyuwangi di Lereng Gunung Raung

Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi secara rutin menggelar program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai atau Sekardadu. Program ini bertujuan merawat aliran sungai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Program Sekardadu tak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

“Pelibatan pelajar dan mahasiswa di program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” lanjut Ipuk.

Bupati Ipuk Ajak Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Bijak Kelola Keuangan dan Hindari Jeratan Pinjaman Online

Hingga akhir 2024, program Sekardadu telah menggandeng 27.780 pelajar dan berhasil merawat 65 sungai serta saluran air dengan total panjang mencapai 100.300 meter. Pelajar yang tergabung dalam program ini diberi tanggung jawab untuk merawat aliran sungai di sekitar lingkungan sekolah mereka. Kegiatan meliputi pembersihan rutin hingga edukasi kepada warga sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Setiap sekolah yang terlibat diwajibkan melaporkan kegiatan mereka melalui aplikasi Sekardadu. Hal ini memungkinkan Pemkab memantau perkembangan dan efektivitas program secara digital.

“Jadi akan terpantau keaktifan pelaksanaan program juga sungai mana saja yang telah diintervensi,” jelas Ipuk.

Banyuwangi Bangun Ekosistem Beras Biofortifikasi dari Hulu ke Hilir, Pertama di Indonesia

Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menambahkan bahwa pada tahun 2025 ini, program Sekardadu melibatkan 170 institusi pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Penilaian terhadap pelaksanaan program mencakup aspek preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif.

Program Sekardadu menjadi salah satu inisiatif penting dalam mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan.

 

Artikel Terkait