Pengelolaan Sampah Sirkular Tarik Perhatian DPD RI, Banyuwangi akan Jadi Contoh Nasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 11 Juni 2025, 19:53 WIB
KELOLA SAMPAH - Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkunjung melihat praktek pengelolaan sampah Banyuwangi untuk dijadikan bahan perumusan kebijakan persampahan nasional. Deputi Bidang Persidangan DPD RI, Oni Choituddin mengatakan, Banyuwangi berhasil mengelola persampahan bahkan dikelola dan bernilai ekonomis.
KELOLA SAMPAH - Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkunjung melihat praktek pengelolaan sampah Banyuwangi untuk dijadikan bahan perumusan kebijakan persampahan nasional. Deputi Bidang Persidangan DPD RI, Oni Choituddin mengatakan, Banyuwangi berhasil mengelola persampahan bahkan dikelola dan bernilai ekonomis.

BanyuwangiNet.com – Upaya Banyuwangi dalam mengelola sampah secara sirkular terus mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan. Kali ini, perhatian datang dari Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang secara khusus mengunjungi kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang dinilai berhasil, dan menjadikannya sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan nasional di bidang persampahan.

Deputi Bidang Persidangan DPD RI, Oni Choituddin, menyebut bahwa Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang mampu mengelola sampah secara ekonomis dan kolaboratif. Pengelolaan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan sektor swasta.

Pelaku Industri Wisata Indonesia–Malaysia Menjelajah Banyuwangi Travel Mart 2025, Ajang Kolaborasi dan Promosi Wisata

“Praktik pengelolaan sampah di Banyuwangi sangat layak dijadikan rujukan. Ini menjadi dasar kami menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di sini, agar bisa menggali pengalaman dan strategi yang lebih komprehensif,” ujar Oni saat membuka FGD di Banyuwangi, Rabu (11/6/2025).

Lebih lanjut, Oni menegaskan bahwa hasil diskusi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan DPD RI dan menjadi bahan pembahasan dalam masa sidang mendatang. Harapannya, pengalaman Banyuwangi bisa memperkaya perumusan kebijakan nasional dalam penanganan sampah.

Meski Alami Penundaan, Rencana Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Tetap Lanjut

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan pemerintah daerah telah menetapkan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas pembangunan. Langkah yang dilakukan cukup menyeluruh, mencakup strategi dari hulu ke hilir.

“Kami tidak hanya fokus pada penanganan akhir sampah, tapi juga pengurangan dari sumbernya. Ini kami atur melalui berbagai regulasi seperti peraturan daerah, peraturan bupati, hingga surat edaran tentang pengurangan plastik sekali pakai,” terang Mujiono.

Menurutnya, upaya Banyuwangi dalam mengelola sampah sudah berlangsung sejak 2018 melalui program Project Stop. Program ini telah menghasilkan dua unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah Muncar, masing-masing berkapasitas 8 dan 10 ton per hari, yang melayani hingga 10 desa.

70 Persen Koperasi Desa di Banyuwangi Berbadan Hukum, Siap Dukung Program Koperasi Merah Putih

“Khusus TPS 3R di Tembokrejo, Muncar, bahkan pernah mendapatkan penghargaan Plakat Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai TPS 3R Terbaik Nasional,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut Mujiono, Banyuwangi juga memiliki TPS 3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon, dengan kapasitas 84 ton per hari dan melayani 46 desa di tujuh kecamatan. Saat ini, tengah dibangun TPS 3R baru di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dengan kapasitas 160 ton per hari yang akan menjangkau 37 desa. Dua terminal sampah atau Stasiun Peralihan Antara (SPA) juga direncanakan untuk mendukung distribusi sampah yang lebih efisien.

“Kami juga menjalin kerja sama internasional dengan pihak-pihak dari Norwegia, Austria, dan Uni Emirat Arab dalam upaya penguatan sistem pengelolaan sampah di daerah,” tambahnya.

Artikel Terkait