Kereta ke Banyuwangi Jadi Favorit Wisatawan, Pemkab dan KAI Jalin Kolaborasi untuk Tingkatkan Kunjungan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 22 Mei 2025, 09:30 WIB
KOLABORASI WISATA - Jajaran Pemkab Banyuwangi bertemu langsung Dirut PT KAI bersama jajarannya, di Jakarta membahas kerjasama ini, Rabu (21/5/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi sepert; Managing Director of Commerce, Hadis Surya Palapa; Plt . Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik; Direktur Consumer Business, Lies Permana Lestari; dan jajaran direksi lainnya.
KOLABORASI WISATA - Jajaran Pemkab Banyuwangi bertemu langsung Dirut PT KAI bersama jajarannya, di Jakarta membahas kerjasama ini, Rabu (21/5/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran direksi sepert; Managing Director of Commerce, Hadis Surya Palapa; Plt . Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik; Direktur Consumer Business, Lies Permana Lestari; dan jajaran direksi lainnya.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kini semakin diminati sebagai destinasi wisata, terutama oleh penumpang kereta api. Data terbaru menunjukkan bahwa perjalanan kereta menuju Banyuwangi menjadi salah satu dari tiga rute terpadat di Indonesia selama libur panjang awal Mei lalu. Menyikapi tren positif ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Pertemuan antara jajaran Pemkab Banyuwangi dan manajemen PT KAI berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/5/2025). Dalam pertemuan tersebut hadir langsung Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo bersama jajaran direksi, antara lain Managing Director of Commerce Hadis Surya Palapa, Plt. Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, dan Direktur Consumer Business Lies Permana Lestari.

Recharge Motivasi Kerja, ASN Banyuwangi Dibekali Wawasan City Branding

“Kami sangat senang dan mengapresiasi perkembangan Banyuwangi yang begitu pesat. Banyuwangi sangat menginspirasi. Kami siap berkolaborasi untuk meningkatkan jumlah penumpang yang datang ke sana,” ujar Didiek Hartantyo dalam pertemuan tersebut.

Salah satu bentuk kerja sama yang dirancang adalah menghadirkan atraksi dan aktivitas di stasiun kereta yang mampu menarik minat wisatawan. PT KAI juga berencana melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam berbagai kegiatan, sebagai bagian dari upaya mendorong perekonomian masyarakat.

“Prinsip kami adalah hidup dan menghidupkan. Jadi kami ingin kehadiran kereta api tidak hanya membawa orang, tapi juga memberi dampak ekonomi,” kata Didiek dalam sambungan daring dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Gagal Selundupkan Sabu-Sabu dalam Lontong, Warga Banyuwangi Diamankan Petugas Lapas

Menurut Didiek, keberhasilan pembangunan sistem transportasi tidak bisa dipisahkan dari sinergi antarinstansi. Ia menekankan pentingnya membangun konektivitas yang terintegrasi antara moda transportasi dan destinasi wisata, termasuk memperbaiki infrastruktur pendukung.

Dalam kesempatan itu, PT KAI juga mengungkapkan rencana untuk merevitalisasi beberapa stasiun di Banyuwangi, seperti Stasiun Ketapang dan Stasiun Kalisetail. Proyek revitalisasi ini akan mengadopsi desain arsitektur lokal yang mengedepankan nilai-nilai kearifan budaya dan prinsip ramah lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan Banyuwangi.

Sebelumnya, PT KAI telah menyelesaikan revitalisasi Stasiun Banyuwangi Kota dengan mengusung nuansa budaya Osing, suku asli Banyuwangi, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas lokal.

Rapat Bersama Bupati Ipuk, Kemenparekraf Dorong Konektivitas Banyuwangi–Bali

“Kami senang dengan ide-ide Banyuwangi yang mengangkat karakter lokal ke dalam ruang publik, termasuk bangunan yang ramah lingkungan. Konsep ini akan kami terapkan juga pada stasiun-stasiun lain yang akan dipugar,” ungkap Didiek.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik inisiatif dan dukungan dari PT KAI. Menurutnya, ruang transportasi publik kini memiliki peran yang lebih luas, bukan hanya sebagai titik naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat.

“Stasiun bisa menjadi tempat yang menghidupkan aktivitas ekonomi, budaya, dan memperkaya pengalaman wisatawan,” ujar Ipuk.

Dengan kerja sama ini, Ipuk berharap penumpang yang datang ke Banyuwangi akan langsung merasakan nuansa lokal sejak menginjakkan kaki di stasiun.

“Desain arsitektur stasiun, sajian kuliner lokal, hingga beragam ekspresi budaya akan memberikan kesan pertama yang khas. Ini bukan hanya tentang perjalanan, tapi juga pengalaman yang menyeluruh,” pungkasnya.

Artikel Terkait