Memasuki Kemarau, Banyuwangi Bersihkan Bendungan dan Embung untuk Jaga Pasokan Air Irigasi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 9 Mei 2025, 13:13 WIB
IMG-20250509-WA0051

BanyuwangiNet.com – Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah-langkah guna memastikan ketersediaan air irigasi bagi sektor pertanian tetap terjaga. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembersihan dan pengeringan (gelontor waled) pada seluruh fasilitas penampungan air seperti DAM, embung, dan bendung.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan kegiatan ini penting untuk menjamin kelangsungan produksi pangan di tengah potensi kekeringan yang mengintai.

“Kami terus mengupayakan kebutuhan air irigasi tetap aman selama musim kemarau nanti. Sehingga produksi pangan tetap terjaga karena petani tetap bisa tanam dan panen,” ujar Bupati Ipuk, Jumat (9/5/2025).

“Ngelukat” Tema Banyuwangi Ethno Carnival 2025, Dorong Multiplayer Effect Pariwisata

Langkah pembersihan endapan dan sedimentasi ini dilakukan secara gotong royong antara pemerintah daerah dan para petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Menurut Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan daya tampung air di setiap infrastruktur pengairan.

“Ini kegiatan rutin yang kami kerjakan bersama HIPPA untuk menjaga efisiensi tampungan air,” jelas Riza.

Banyuwangi Mulai Gelar Seleksi BEC 2025, Angkat Tradisi Ritual Osing

Saat ini, Banyuwangi memiliki 390 daerah irigasi yang mendukung pengairan untuk sekitar 62.000 hektare lahan pertanian di seluruh wilayah. Riza menyatakan bahwa berdasarkan perencanaan tata tanam global, pasokan air yang tersedia masih mencukupi untuk mencover seluruh kebutuhan sawah selama musim kemarau.

“Sesuai rencana tata tanam global, insyaallah Banyuwangi masih aman,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pengawasan langsung, Bupati Ipuk juga telah meninjau Waduk Bajulmati yang terletak di Kecamatan Wongsorejo. Waduk ini diperkirakan mampu mengairi sekitar 1.800 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut selama musim kemarau.

 

Artikel Terkait