Pantau Waduk Bajulmati, Bupati Ipuk Pastikan Pasokan Air untuk 1.800 Hektare Lahan Pertanian Selama Musim Kemarau

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 5 Mei 2025, 17:06 WIB
IMG_20250508_140939

BanyuwangiNet.com – Menjelang puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian tetap aman.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memantau langsung Waduk Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Senin (5/5/2025), untuk memantau langsung kondisi debit air di sana.

“Kami ingin memastikan kesiapan suplai air untuk petani. Apalagi beberapa wilayah di Banyuwangi sudah mulai memasuki musim kemarau,” kata Bupati Ipuk di lokasi.

Modus Tukar Uang, Dua WNA Diduga Asal Timur Tengah Curi Uang Minimarket di Banyuwangi

Dalam peninjauan tersebut, Ipuk didampingi oleh tim teknis dari Dinas PU Pengairan, Camat Wongsorejo, serta perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Ia juga berdialog dengan para petugas waduk untuk mengecek kesiapan teknis pengelolaan air selama musim kering berlangsung.

Waduk Bajulmati diketahui menjadi sumber utama irigasi bagi sekitar 1.800 hektare lahan pertanian di Wongsorejo, kawasan yang dikenal cukup kering. Menurut Ipuk, ketersediaan air dari waduk tersebut cukup untuk mendukung kebutuhan pertanian hingga musim kemarau berakhir.

“Insya Allah, pasokan air Waduk Bajulmati mencukupi. Kita berharap para petani bisa terus tanam dan panen. Dengan begitu, kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, dan Banyuwangi terus berperan sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Banyuwangi Didorong Jadi Magnet Investasi Jatim, Fokus Industri hingga Pertanian Organik

Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menjelaskan bahwa Waduk Bajulmati memiliki kapasitas tampung maksimal hingga 10 juta meter kubik. Saat ini, ketinggian air mencapai 87,6 meter, yang menurutnya masih berada dalam zona aman.

“Airnya cukup untuk mengairi target 1.800 hektare lahan pertanian di wilayah Wongsorejo,” kata Riza.

Ia menambahkan, air dari waduk akan dialirkan ke Dam Bajulmati sebelum didistribusikan ke irigasi tersier yang mengairi sawah-sawah petani. Selama musim kemarau, debit air yang dikeluarkan berkisar antara 2,2 hingga 2,6 meter kubik per detik, menyesuaikan kebutuhan lahan di hilir.

Perayaan Hari Raya Kuningan di Banyuwangi: Merayakan Keharmonisan dan Toleransi Antarumat Beragama

Dengan sistem ini, Riza optimistis lahan pertanian yang biasanya hanya bisa panen dua kali setahun, berpeluang untuk panen hingga tiga kali.

Lebih dari sekadar fungsi irigasi, Waduk Bajulmati juga menyuplai air baku untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan industri. Saat ini, waduk tersebut memasok sekitar 180 liter air per detik sebagai sumber air bersih.

Selain itu, waduk ini juga berperan dalam pengendalian banjir dengan menjaga ketinggian air di rentang aman, yakni antara 80 hingga 87 meter.

“Waduk Bajulmati memang dirancang sebagai waduk multifungsi. Selain untuk irigasi dan penyedia air baku, juga memiliki peran sebagai pengendali banjir, konservasi vegetasi, pembangkit listrik, hingga destinasi wisata,” ujar Riza.

Artikel Terkait