Hardiknas 2025, Banyuwangi Tampilkan Hasil Inovasi Pelajar: Dari Smart Home hingga Mesin Laser

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 2 Mei 2025, 17:35 WIB
BERBASIS TEKNOLOGI - Pelajar Banyuwangi menunjukkan karya inovasi teknolongi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (2/5/2025).
INOVATIF- Pelajar Banyuwangi menunjukkan karya inovasi teknolongi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (2/5/2025).

BanyuwangiNet.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi pada Jumat (2/5/2025) menjadi panggung kreativitas bagi para pelajar daerah. Bertempat di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, beragam inovasi karya siswa dipamerkan sebagai hasil dari penerapan pendidikan berbasis kreativitas dan penguatan karakter.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani, telah mendorong pendidikan yang tak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada eksplorasi minat, bakat, serta kemampuan berinovasi. Salah satu bentuk nyata dari pendekatan ini adalah kolaborasi dengan fisikawan ternama, Prof. Yohanes Surya, melalui program Smart Gasing. Program ini memberikan pelatihan sains kepada guru dan siswa dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Momen Hardiknas, Bupati Banyuwangi: Pendidikan Tetap Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran

Pendekatan ini terbukti mendorong lahirnya berbagai karya kreatif dari pelajar. Salah satunya adalah Farras Setyo Akbar, siswa kelas 8 SMPN 1 Banyuwangi, yang merancang prototipe perangkat smart home berbasis suara. Farras mengaku idenya terinspirasi dari film bertema rumah pintar masa depan.

“Selain untuk kenyamanan, alat ini juga dilengkapi sensor pendeteksi gempa dan kebakaran. Jadi bisa sekaligus untuk keselamatan rumah,” ujar Farras.

Fitur-fitur lain yang disematkan pada alat ini antara lain sistem timer dan kontrol jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat tersebut dapat mengoperasikan kipas angin, AC, lampu, pintu, hingga garasi secara otomatis melalui perintah suara menggunakan Google Voice.

Menurut Farras, ia mengembangkan perangkat ini melalui kegiatan ekstrakurikuler robotika di sekolah. Ia mempelajari bahasa pemrograman dasar dan menyelesaikan prototipenya hanya dalam waktu dua minggu.

Perang Tarif Impor AS Tak Ganggu Ekspor Ikan Kaleng Banyuwangi

Karya inovatif lainnya ditunjukkan oleh Rayhan Dwi, siswa kelas 11 jurusan Teknik Elektronika SMKN 1 Glagah. Rayhan memperkenalkan mesin 2D printing berbasis laser yang mampu memotong dan membentuk desain pada bahan seperti akrilik dan triplek.

“Akurasi mesinnya mencapai 95 persen, jadi sangat bisa diandalkan untuk produksi benda seperti plakat, gantungan kunci, dan piala,” jelas Rayhan.

Sementara itu, siswa SMKN 1 Banyuwangi juga memamerkan sejumlah teknologi terapan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Di antaranya adalah Mesin Pencacah Pakan Ternak, Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas, dan Mesin Penggilingan. Beberapa dari alat tersebut bahkan sudah dipasarkan dan digunakan oleh warga sekitar.

Bupati Ipuk menegaskan bahwa pendidikan di Banyuwangi diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan solutif.

Sekolah Rakyat Banyuwangi Siap Dibuka Juli 2025, Tahap Awal 100 Anak dari Keluarga Miskin

“Alhamdulillah anak-anak Banyuwangi mampu berkreasi dan menciptakan karya-karya yang unik dan menarik. Selain itu, banyak siswa kami juga berhasil meraih prestasi di tingkat internasional,” ungkap Ipuk.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan pendidikan di Banyuwangi sejalan dengan pesan Presiden RI yang menekankan pentingnya karakter dan kreativitas dalam pembelajaran.

“Pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga karakter dan kreativitas. Anak-anak harus didorong untuk berani mencari tahu dan belajar dari lingkungannya,” tegasnya.

Ipuk juga mengajak semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan komunitas, untuk turut membangun sistem pendidikan yang berpihak pada murid dan membuka ruang seluas-luasnya bagi tumbuhnya potensi anak.

 

Artikel Terkait