Perang Tarif Impor AS Tak Ganggu Ekspor Ikan Kaleng Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Perang tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) tidak memengaruhi kinerja ekspor salah satu produsen ikan kaleng di Banyuwangi. Ini karena, AS bukanlah pasar utama bagi produk mereka.
PT Pasifik Harvest Indonesia, eksportir ikan kaleng asal Banyuwangi, selama ini lebih banyak menyasar pasar di Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Direktur Pemasaran perusahaan, Sherly Indrawati Aminoto, menyebut bahwa kontribusi pasar AS terhadap total ekspor perusahaan relatif kecil.
Sekolah Rakyat Banyuwangi Siap Dibuka Juli 2025, Tahap Awal 100 Anak dari Keluarga Miskin
“Memang ada pasar di AS. Tapi tidak sebesar yang non-AS,” ujar Sherly, Kamis (1/5/2025).
Perusahaan ini secara rutin mengekspor produk seperti sarden dan tuna ke puluhan negara. Dalam beberapa bulan terakhir, ekspor juga diperluas ke Mozambik dan Kongo. Untuk kawasan Afrika saja, mereka mengirimkan 150 hingga 200 kontainer ikan kaleng setiap bulan. Jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, nilai ekspor per kontainer mencapai sekitar Rp 1 miliar.
“Kebutuhan pasar Afrika bisa dibilang tak terbatas. Seberapapun kita bisa pasok, akan bisa masuk,” kata Sherly.
Iklim Investasi Banyuwangi Menjanjikan, Produk Lokal Bumi Blambangan Serbu Pasar Ekspor
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa pasar AS tetap menjadi incaran banyak eksportir, khususnya untuk komoditas seperti udang, yang memang memiliki permintaan tinggi di negara tersebut.
“Mungkin untuk kami tidak berpengaruh karena pasar utamanya bukan AS. Berbeda dengan produk perikanan lain. Udang, misalnya, itu pasar utamanya AS,” jelasnya.
Sedan Terbakar di Jalan Raya Cluring, Diduga Korsleting Listrik: Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan
Menurut Sherly, pasar AS tetap dianggap potensial karena daya beli masyarakatnya yang tinggi. Namun, ketidakpastian akibat kebijakan tarif membuat sebagian pelaku usaha berpikir ulang untuk ekspansi.
“Tapi dengan tarif tinggi, situasinya jadi tidak menentu. Pasar AS itu memang diminati karena high income level-nya,” ujarnya.