Banyuwangi Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional, Targetkan Produksi 151.048 Hektar pada 2025
BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi turut serta dalam Gerakan Menanam Padi Serentak yang digelar di 14 provinsi penghasil padi di Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Pemulatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti secara virtual oleh 150 kabupaten/kota, termasuk Banyuwangi.
Di Banyuwangi, penanaman padi serentak dilaksanakan di areal persawahan Kelompok Tani Sumbersari, Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, dengan luas 2,5 hektar menggunakan varietas padi Siliwangi. Acara ini dihadiri oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan perwakilan Bulog setempat.
Perangkat Desa di Banyuwangi Ditangkap Edarkan Sabu, Polisi Telusuri Jaringan Pemasok
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa daerahnya berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional. “Banyuwangi akan terus meningkatkan produktivitas padi, salah satunya dengan memperluas area tanam,” ujarnya.
Ipuk mengungkapkan, sejak Januari hingga April 2025, luas tanam padi di Banyuwangi telah mencapai 41.874 hektar. “Kami menargetkan 151.048 hektar pada akhir tahun, termasuk dengan memanfaatkan lahan non-sawah,” tambahnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menerapkan sejumlah kebijakan, di antaranya:
Pengendalian Alih Fungsi Lahan – Memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan.
Peningkatan Produktivitas – Mengoptimalkan penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati dan Pupuk Organik Cair (POC), serta mekanisasi pertanian.
Pendampingan Petani – Memberikan bimbingan intensif kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen.
Rotasi Jabatan di Polresta Banyuwangi, Kasat Reskrim dan Pam Obvit Berganti
“Hingga 2024, kami telah menyalurkan 137.130 liter POC untuk lahan seluas 13.713 hektar. Selain itu, kami terus mendorong penggunaan teknologi pertanian modern,” jelas Ipuk.
Berkat berbagai upaya tersebut, stok beras di Banyuwangi tercatat surplus 27.037 ton pada awal 2025. Untuk menjaga ketahanan pangan ke depan, Pemkab juga berencana meningkatkan ketersediaan air baku melalui pembangunan embung (penampungan air).
“Kami telah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru ke pemerintah provinsi dan pusat. Ini akan melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik,” pungkas Ipuk.