Desa Tak Kena Efek Efisiensi Anggaran, Bupati Banyuwangi Dorong Kades Optimalkan Anggaran untuk Warga

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 17 April 2025, 08:52 WIB
Ipuk saat bertemu seluruh kepala desa se-Banyuwangi, Rabu (16/4/2025).
Ipuk saat bertemu seluruh kepala desa se-Banyuwangi, Rabu (16/4/2025).

BanyuwangiNet.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah pusat, kabar baik datang bagi pemerintah desa: Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tetap utuh, tanpa pemotongan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam pertemuan dengan seluruh kepala desa se-kabupaten pada Rabu (16/4/2025).

Bupati Ipuk meminta para kepala desa untuk mengelola anggaran tersebut secara optimal, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.

Lapas Banyuwangi Terapkan Sistem Transaksi Nontunai, Cegah Pungli hingga Judi di Dalam Penjara

“Kepala desa harus bersyukur. DD dan ADD-nya tidak dipotong. Jadi, tolong anggarannya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti pembangunan jalan, sosial, dan lainnya,” ujar Ipuk.

Di Banyuwangi, besaran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang diterima masing-masing desa bervariasi. Rata-rata dana yang diterima per desa berkisar antara Rp 1,6 miliar hingga hampir Rp 3 miliar per tahun.

Desa dengan Dana Desa terbesar: Tembokrejo – Rp 2,28 miliar

Dana Desa terkecil: Kenjo – Rp 777 juta

ADD terbesar: Tamansari – Rp 1,12 miliar

ADD terkecil: Gitik – Rp 749 juta.

Penggerebekan Kamar Kos di Banyuwangi, Polisi Amankan 46 Gram Sabu dan Empat Tersangka

Dengan besaran anggaran tersebut, Bupati Ipuk menekankan pentingnya inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan desa. Pasalnya, kewenangan desa saat ini semakin luas dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada persetujuan pemerintah kabupaten.

“Kalau ada warga miskin sakit, anak tidak bisa sekolah, dan lainnya, seharusnya sudah tidak lagi ditujukan pada bupati. Tetapi pada desa, karena kewenangan telah diserahkan pada desa,” tegasnya.

Bupati Ipuk juga mengajak para kepala desa untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan selaras dan berdampak nyata bagi warga.

“Kepala desa merupakan mitra strategis dan ujung tombak dalam kesuksesan implementasi program dan kebijakan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Suami Istri di Banyuwangi Gelar Pesta Mewah Ulang Tahun untuk Tiga Kucing, Habiskan Rp 50 Juta

Ia juga menyoroti pentingnya peran desa dalam menyukseskan berbagai program nasional yang saat ini berjalan di daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan.

“Terima kasih kepada para kades yang telah bekerja keras menggali potensi desanya masing-masing. Baik itu di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata. Mari kita perkuat upaya untuk memajukan desa,” pungkas Ipuk.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mujiono, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi, serta pimpinan asosiasi kepala desa, yaitu Ketua Askab Budiharto dan Ketua Apdesi Banyuwangi Andrik Tri Waluyo.

 

Artikel Terkait