Kolaborasi Lintas Sektor, Banyuwangi Bangun Sistem Kesehatan Preventif Kolaboratif

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 10 April 2025, 18:20 WIB
cek kesehatan gratis

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendekatan preventif di sektor kesehatan. Salah satu strateginya adalah membangun kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pendidik, demi meningkatkan kesadaran hidup sehat dan mencegah munculnya penyakit sejak dini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa penanganan kesehatan tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus menjadi kerja bersama. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kesehatan 2025, dan dihadiri oleh direktur rumah sakit, kepala puskesmas, organisasi profesi kesehatan, serta pimpinan lembaga pendidikan kesehatan di Banyuwangi, yang digelar Kamis (10/4/2025).

Kolaborasi Polisi dan Petani di Banyuwangi: Panen Jagung Perdana dari Lahan Perhutani

“Kita akan kelelahan kalau berjalan sendiri. Ciptakan sistem kolaboratif untuk upaya preventif. Libatkan kepala sekolah, pendidik, ustaz, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat dalam kampanye pencegahan penyakit,” ujar Ipuk.

Paradigma Sehat Jadi Prioritas
Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menekankan pentingnya mengubah paradigma dari kuratif menjadi promotif dan preventif. Ia menyoroti bahwa meningkatnya angka penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes harus direspons dengan pendekatan proaktif.

“Seberapapun besar anggaran kesehatan, tidak akan pernah cukup jika kita mengabaikan aspek pencegahan. Mari promosikan Gaya Hidup Sehat secara masif dan terstruktur,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat harus dibiasakan untuk memeriksakan kesehatan meski dalam kondisi sehat, guna mendeteksi risiko penyakit sedini mungkin.

Menuju Swasembada Pangan, Banyuwangi Targetkan Produksi 800.000 Ton Beras pada 2025

“Jangan tunggu sakit. Ajak warga datang ke fasilitas kesehatan saat sehat. Kalau perlu, petugas kesehatan harus jemput bola untuk pemeriksaan dini,” imbuhnya.

Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah peningkatan layanan kesehatan ibu dan bayi melalui skema Puskesmas Asuhan Spesialistik. Dalam program ini, dokter spesialis kebidanan (SpOG) dan spesialis anak (SpA) dari berbagai rumah sakit di Banyuwangi, baik negeri maupun swasta, dilibatkan untuk mendampingi puskesmas.

Bupati Banyuwangi Sidak Pelayanan Publik, Soroti Kebersihan Kantor

“Minimal sebulan sekali, para dokter spesialis ini dijadwalkan hadir di puskesmas untuk berdiskusi dan menangani berbagai persoalan kesehatan ibu hamil dan bayi,” jelas Ipuk.

Sebanyak 38 dokter spesialis terlibat aktif dalam pendampingan ini, yang mencakup konsultasi hingga penanganan rujukan pada kasus-kasus kegawatdaruratan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM puskesmas dalam menangani kasus-kasus yang kompleks.

Penguatan Sarana Deteksi Dini

Selain peningkatan SDM, Pemkab Banyuwangi juga secara bertahap memperkuat fasilitas kesehatan, terutama alat-alat deteksi dini penyakit tidak menular. Sejumlah puskesmas kini telah dilengkapi dengan peralatan seperti:

Elektrokardiograf (EKG) untuk skrining jantung

Fotometer untuk pemeriksaan laboratorium

Probe Linier untuk deteksi dini kanker payudara

Spirometri untuk mendeteksi gangguan paru dan kanker paru

Sensor CO Analyzer untuk mengukur kadar karbon monoksida, terutama pada perokok

Langkah ini sejalan dengan program “Mal Orang Sehat” yang diusung Banyuwangi, sebuah pendekatan layanan kesehatan yang menitikberatkan pada promosi dan pencegahan.

Artikel Terkait