Pengawasan Ketat Peredaran Daging di Banyuwangi Jelang Idul Fitri

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 27 Maret 2025, 21:18 WIB
Dispertan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan kios penjualan daging, serta  rumah pemotongan hewan (RPH).
Dispertan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan kios penjualan daging, serta rumah pemotongan hewan (RPH).

BanyuwangiNet.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Banyuwangi memperketat pengawasan peredaran daging di pasar-pasar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa daging sapi dan ayam yang dijual kepada masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dispertan Pangan Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, kios penjualan daging, serta rumah pemotongan hewan (RPH). Sidak ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kualitas daging, tetapi juga untuk mengecek ketersediaan pangan asal hewan seperti daging sapi, ayam, bebek, serta telur di pasaran.

Perhutani KPH Banyuwangi Barat Bagikan Bingkisan Idul Fitri untuk Mitra Perhutani

Plt. Kepala Dispertan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan serentak di seluruh wilayah Banyuwangi. “Pengecekan ini dilakukan di semua pasar, kios penjualan daging, dan RPH guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi daging menjelang Lebaran,” ujarnya usai melakukan sidak di Pasar Blambangan dan Pasar Berlian, Rabu (26/3/2025).

Dalam sidak tersebut, petugas dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk memeriksa kondisi daging yang dijual pedagang. Salah satu alat yang digunakan adalah pengukur kadar air untuk mendeteksi kemungkinan adanya daging gelonggongan.

Dispendukcapil Banyuwangi Buka Layanan Adminduk Selama Libur Lebaran

Selain itu, petugas juga membawa alat untuk menguji kandungan kimia guna memastikan daging bebas dari bahan berbahaya. Di RPH, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan terhadap proses penyembelihan guna memastikan kepatuhan terhadap standar kesehatan dan kehalalan.

“Kami ingin memastikan tidak ada peredaran daging oplosan, gelonggongan, atau yang mengandung bahan kimia berbahaya. Terlebih menjelang Lebaran, permintaan daging meningkat sehingga pengawasan harus lebih ketat,” jelas Ilham.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh daging yang diperiksa dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi. “Alhamdulillah, tidak ditemukan daging oplosan maupun yang mengandung bahan pengawet berbahaya. Semua aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.

Pemkab Banyuwangi Beri Apresiasi Petugas Penjaga Perlintasan Kereta dengan Bantuan Sembako

Selain memastikan keamanan daging, Dispertan Pangan Banyuwangi juga memantau perkembangan harga di pasar. Berdasarkan pemantauan, harga daging masih dalam kisaran yang stabil, dengan daging sapi dijual seharga Rp130.000 – Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp31.000 – Rp32.000 per kilogram, dan telur Rp28.000 – Rp29.000 per kilogram.

Dari sisi konsumsi, Ilham memperkirakan permintaan daging akan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Dalam kondisi normal, konsumsi daging sapi di Banyuwangi mencapai sekitar 4,1 ton per hari, setara dengan sekitar 40 ekor sapi. Menjelang Lebaran, permintaan ini diperkirakan meningkat signifikan. Namun, stok daging di Banyuwangi dalam kondisi aman,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait