Tanah Diukur BPN, Penerima TORA: Terimakasih Jokowi, Terimakasih Handoko
BanyuwangiNet.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Jawa Timur melakukan percepatan pengukuran tanah dan sertipikasi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Banyuwangi beberapa waktu lalu.
Proses pengukuran yang menjadi awal untuk mendapatkan sertipikat tersebut disambut antusias oleh warga. Di antaranya adalah warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo.
“Masyarakat senang sekali. Akhirnya, sebentar lagi tanahnya memiliki sertipikat,” ungkap Kepala Desa Purwoagung, Senen, saat dihubungi pada Jumat (5/1/2024).
Mewakili warga penerima TORA, Senen menyampaikan rasa terimakasihnya atas peran berbagai pihak yang telah mendorong terealisasinya program TORA tersebut. “Pertama-tama, saya mewakili warga kami, mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi yang telah hadir ke Banyuwangi dan melakukan percepatan ini,” ujarnya.
Selain itu, Senen juga mengucapkan terima kasih kepada Handoko, tokoh muda asal Banyuwangi yang menjadi Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden (KSP). Atas inisiatif dan perjuangannya, Presiden Jokowi bisa datang ke Banyuwangi untuk mendorong percepatan tersebut.
“Kami juga berterimakasih kepada Pak Handoko yang sejak awal telah turut mengawal terwujudnya program TORA ini. Bahkan, sampai mendatangkan presiden agar bisa segera menjadi sertipikat,” imbuhnya.
Pasca Kunjungan Jokowi, Pengukuran Tanah Reforma Agraria Dikebut
Perlu diketahui, di Purwoagung sendiri terdapat 63 bidang tanah TORA yang telah diukur. Selama empat hari, petugas BPN dari Kabupaten Probolinggo menyelesaikan pengukuran tersebut.
Sementara itu, Handoko yang merupakan caleg DPR RI Dapil III Jatim dari Partai Golkar dengan nomor urut dua (2) itu, menyampaikan bahwa Banyuwangi merupakan daerah pertama yang tanah Reforma Agrarianya ditingkatkan menjadi sertipikat.
“Banyuwangi masih satu-satunya. Daerah lain masih berupa SK Pelepasan Kawasan Hutan atau SK Biru,” ungkapnya.
Untuk itu, tokoh yang bertempat tinggal di Genteng ini, meminta semua pihak untuk bersama-sama mendorong keberhasilan program ini. “Ini semata-mata demi masyarakat yang telah lama memperjuangkan haknya. Ini harus didukung bersama,” pungkas lelaki kelahiran Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Glenmore itu