Digitalisasi Kelurahan, Penguatan Pemerintahan Berbasis Digital

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 19 Oktober 2023, 14:27 WIB
IMG-20230819-WA0047

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berkomitmen memperkuat pemerintahan berbasis digital dan meningkatkan layanan publik . Salah satunya melalui program “Digitalisasi Kelurahan”.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan ini merupakan upaya peningkatan layanan publik dan penguatan data. Ia menyatakan komitmennya untuk mewujudkan layanan pemerintah berbasis data yang real-time, memungkinkan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan layanan pemerintah berbasis data yang real-time, sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” ungkap Bupati Ipuk.

Angka Kemiskinan Banyuwangi Terendah dalam Sejarah Sejak Kemerdekaan Indonesia

Program Digitalisasi Kelurahan merupakan pengembangan dari program “Smart Kampung” yang telah ada sejak lama di Banyuwangi. Dalam aplikasi Smart Kampung, masyarakat Banyuwangi dapat mengakses berbagai layanan publik, termasuk pengurusan administrasi kependudukan, izin usaha, izin profesi, dan bahkan pendaftaran di puskesmas. Selain itu, warga juga dapat memperoleh informasi terkait pupuk bersubsidi, tagihan PUDAM, dan tagihan pajak PBB.

Bupati Ipuk menjelaskan ini akan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan mereka. Bahkan, dalam beberapa layanan, mereka tidak perlu lagi datang ke kantor.

Menurut Bupati Ipuk, data digital yang dikumpulkan dari berbagai kelurahan, puskesmas, sekolah, dan instansi lainnya akan menjadi data base yang terpusat. Melalui “situation room,” pemerintah dapat memantau dengan presisi perkembangan masyarakat, seperti jumlah warga miskin ekstrem, balita stunting, demografi penduduk, dan data lainnya.

Jalin Kerjasama Internasional Geopark Ijen, Meningkatkan Ekonomi Daerah

“Di sini kita bisa melihat secara detail berapa jumlah warga miskin ekstrem, balita stunting, demografi penduduk, dan data lainnya. Ini akan terus dikembangkan dan dilengkapi dengan data lainnya,” jelas Bupati Ipuk.

Dengan data yang tersedia, Bupati berharap bahwa pemerintah akan dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat dan efektif, menggantikan pendekatan berdasarkan perkiraan dengan pendekatan yang didasarkan pada data yang kuat.

Program Digitalisasi Kelurahan ini akan terus dikembangkan dan tidak terbatas pada Kecamatan Banyuwangi saja. Pemerintah berencana untuk meluas ke seluruh 24 kecamatan lainnya dalam kabupaten ini.

Masyarakat merasakan manfaat dari program ini. Seorang warga Kelurahan Kebalanan, Faiz, yang mengurus surat izin usaha warnetnya, mengatakan bahwa dengan aplikasi tersebut, prosesnya menjadi sangat mudah.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, aplikasi Smart Kampung dapat diunduh melalui perangkat Android atau iOS dan terus diperbarui dengan penambahan fitur-fitur baru.

Program Digitalisasi Kelurahan adalah tonggak penting dalam upaya Banyuwangi untuk mewujudkan pemerintahan berbasis data dan meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

Artikel Terkait