Rangkul Petani Produksi Minuman Rempah Organik Kekinian, Javawangi Juara Jagoan Tani Banyuwangi 2023

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 14 September 2023, 12:41 WIB
IMG-20230914-WA0027

BanyuwangiNet.com – Javawangi berhasil menjadi juara dalam program inkubasi Jagoan Tani Banyuwangi 2023. Javawangi merupakan produk minuman rempah yang dikelola oleh delapan anak muda asal Banyuwangi.

Dirintis awal 2021, anak-anak muda asal Muncar tersebut berhasil membuat produk minuman rempah 100 persen organik. Mereka juga menggandeng belasan kelompok tani untuk menyuplai bahan baku.

“Visi misi kami ingin mengembalikan eksistensi rempah di Bumi Blambangan,” kata CEO Javawangi, Julfia Rasya Putri, usai Graduation dan Awarding Jagoan Banyuwangi 2023, di Agro Wisata Tamansuruh, Rabu (14/9/2023) malam.

Mewakili timnya, Julfia menerima penghargaan sebagai pemenang Jagoan Tani Banyuwangi 2023 dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini. Selain pemenang Jagoan Tani, Pemkab Banyuwangi juga mengumumkan pemenang program Jagoan Bisnis dan Jagoan Digital.

Usung The Glory of Art, Pagelaran Tari Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar Selama Tiga Hari

Julfia terpantik untuk membikin produk minuman rempah, karena merasa miris dengan banyaknya anak-anak dan remaja yang gandrung pada minuman manis.

“Saya merasa kesadaran atas risiko penyakit diabetes masih rendah. Banyak minuman berkadar gula tinggi dan berpengawet yang jadi minuman anak-anak dan remaja sehari-hari,” lanjut dia.

Keresahan Julfia bukan tanpa alasan. Kasus diabetes pada anak di Indonsia dibilang sangat mengkhawatirkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis, ada peningkatan 70 kali lipat kasus diabetes pada anak usia muda pada Januari 2023 dibanding 13 tahun sebelumnya.

“Mulai dari sana, kami membuat produk minuman menyehatkan, nongula, dan nonpengawet,” tambah Julfia.

Untuk membuat produk tersebut, ia mengajak tujuh rekan lainnya untuk meracik produk minuman rempah. Beberapa di antara tim tersebut adalah barista. Mereka bertugas menemukan racikan terbaik untuk rempah-rempah yang diolah.

Rempah utama yang dipakai untuk produk tersebut adalah jahe. Julfia dan tim menggandeng belasan kelompok tani di berbagai daerah di Banyuwangi untuk menyuplai bahan.

Melihat Pesona De Djawatan Banyuwangi, Hutan yang Dikenal “Lord of The Ring”

“Kebutuhan kami untuk rempah-rempah sekitar 100 kilogram per bulan,” tambah dia.

Produk tersebut dikemas serupa teh celup dalam kemasan pouch. Selain jahe, mereka juga membuat produk dari rempah lainnya, seperti bunga telang. Julfia mengakui, bukan perkara mudah untuk mengenalkan minuman rempah kepada kawula muda. Selama ini, rempah lebih banyak dikenal sebagai minuman orang sepuh.

Agar bisa dekat dengan anak-anak dan remaja, minuman rempah harus disulap jadi minuman yang enak dirasa dan bagus dikemasan. “Supaya rasanya tetap enak, kami pakai tambahan madu. Kami juga bekerja sama dengan peternak madu di Banyuwangi untuk ini,” tutur dia.

Sementara untuk kemasan, Julfia dan tim memoles produknya agar terlihat kekinian. Bukan hanya kemasan ala teh celup dalam pouch, mereka juga membuat minuman rempah dalam bentuk botol dan cup.

Kemasan pouch dijual online dan dijajakan di toko oleh-oleh Banyuwangi dan luar Banyuwangi. Sementara minuman dalam bentuk botol dan cup dijajakan di kedai-kedai dengan bekerja sama melalui sistem franchise.

Luncurkan Posyandu Terintegrasi, Kini Posyandu Banyuwangi Layani Semua Usia

“Saat ini sudah ada tiga tempat untuk yang franchise, dan rencananya akan bertambah satu dalam waktu dekat,” sambung dia.

Dari sana, produk minuman Javawangi makin dikenal oleh anak muda. Secara ekonomi, Julfia menyebut bisnis yang dijalankan bersama rekan-rekannya memberi dampak positif. Omzet bersih yang bisa didapat per bulan mencapai belasan juta rupiah.

Di luar itu, tingginya permintaan pasar terhadap produk Javawangi juga berdampak baik bagi para petani rempah mitra mereka.

Sementara Bupati Ipuk mengapresiasi apa yang dilakukan anak-anak muda di Jagoan Tani Banyuwangi. Tidak hanya mereka yang keluar sebagai pemenang, namun banyak karya-karya keren lahir dari kompetisi ini.

“Ini menunjukkan kian lama banyak anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik di sektor pertanian. Dari sisi kualitas dan kuantitas tiap tahun mengalami peningkatan,” kata Ipuk.

Baca Juga: Jagoan Digital Banyuwangi, Matangkan Skill Bisnis Start Up Anak Muda

Ipuk mengatakan sektor pertanian ketika anak muda yang pegang bisa menjadi lebih keren dan inovatif.

“Inilah yang kami harapkan. Kreativitas anak muda memberi nilai lebih sektor pertanian, sehingga menambah kesejahteraan bagi petani,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan hadirnya kalangan milenial dan anak muda lainnya terjun di dunia pertanian itu merupakan sesuatu yang mengembirakan.

“Di tengah berkurangnya petani, anak-anak muda Banyuwangi berinovasi untuk bisa meningkatkan produktifitas pertanian, hingga memordenisasi pengelolaan hasil tani dan pemasarannya, seperti yang dilakukan di Jagoan Tani ini. Selamat untuk kalian semua,” terang Ipuk.

Artikel Terkait