Melihat Pesona De Djawatan Banyuwangi, Hutan yang Dikenal “Lord of The Ring”
BanyuwangiNet.com – Berkunjung ke Banyuwangi, banyak destinasi instagramable salah satunya hutan ‘’De Djawatan Banyuwangi’’ yang menawarkan pemandangan hijau dengan pohon-pohon raksasa berusia ratusan tahun.
Destinasi yang terletak di Desa Benculuk Kecamatan Cluring ini memiliki panorama mirip hutan Fangorn dalam film Lord of The Ring. Sangat rimbun dengan pepohonan menjulang tinggi dan cabang meliuk ditumbuhi tanaman menjuntai. Tak heran jika banyak yang menyebut De Djawatan Banyuwangi sebagai Hutan Lord of The Ring.
Memasuki hutan ini, pengunjung disuguhi hamparan pepohonan Trembesi berumur lebih dari 100 tahun. Pohon-pohon tersebut juga berukuran sangat besar dengan diameter hingga 2 meter. Adanya pepohonan ini memberikan kesan magis namun eksotis. Sangat cocok bagi penikmat swafoto.
Di sini, pengunjung dapat menikmati udara segar berlimpah oksigen, tracking mengelilingi hutan, menunggang kuda, naik delman wisata, dan ATV.
“Amazing. Ini adalah liburan terbaik saya bisa berkunjung ke sini. Tempatnya cantik, semua spot bisa jadi lokasi foto yang bagus. Udaranya juga sangat segar,” kata Liang Fengyi, wisatawan asal China yang berkunjung ke De Djawatan.
Luncurkan Posyandu Terintegrasi, Kini Posyandu Banyuwangi Layani Semua Usia
Manager De Djawatan, Bagus Joko, menjelaskan wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi merupakan destinasi alam yang memanfaatkan aset Perhutani. Destinasi ini memiliki luas sekitar 9 hektare. Di dalamnya terdapat 160 pohon trembesi tua yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
“Pohon-pohon Trembesi ini sudah ada sejak zaman Belanda. Rata-rata usianya sudah lebih dari 100 tahun,” kata Bagus.
Bagus menceritakan, ada dua versi cerita tentang asal-usul lokasi ini. Menurut versi TNI, ujarnya, lokasi tersebut dulunya merupakan gudang senjata milik Belanda. Sementara versi Perhutani, dulunya tempat ini difungsikan sebagai lokasi penimbunan kayu sebelum dijual kepada pembeli.
Sejak dibuka 2018 silam, destinasi ini telah menjadi salah satu destinasi favorit di Banyuwangi. Setiap harinya, rata-rata kunjungan wisatawan berkisar 200 orang. Jumlah ini akan meningkat tajam pada hari libur dan akhir pekan, mencapai 800 orang. “Setiap hari buka mulai pukul 08.00-16.00. Tiket masuk hanya Rp. 7.500,” kata Bagus.
Jagoan Digital Banyuwangi, Matangkan Skill Bisnis Start Up Anak Muda
Dengan pesona yang dimilikinya, destinasi ini sering dijadikan venue berbagai event yang digelar Pemkab Banyuwangi. Seperti saat ini, tengah berlangsung event Banyuwangi Holiday. Event ini diramaikan dengan berbagai atraksi, mulai creative economy expo (21-23 Juli), Banyuwangi Fashion Festival (22/7), serta Djawatan Music Festival (23/7).
Banyuwangi Fashion Festival (BFF) sendiri menampilkan 84 busana yang terinspirasi dari jajanan tradisional Banyuwangi, yakni jajanan kering dan jajanan pasar. Puluhan busana tersebut ditampilkan secara apik di atas catwalk yang terhampar di antara rerimbunan hutan Trembesi.
“Hari ini kita sandingkan kemegahan karya Tuhan dengan karya para desainer Banyuwangi. Inilah cara kita mensyukuri nikmat, sekaligus mengangkat potensi fashion daerah,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka acara. (*)