Jadi Pengungkit Ekonomi, Meriahnya Pawai Lampion Banyuwangi Jadi Berkah Ratusan Pelaku Usaha Mikro
BanyuwangiNet.com – Pawai Lampion Banyuwangi yang digelar Pemkab Banyuwangi untuk memperingati Hari Pramuka ke-62, yang diperingati tiap 14 Agustus, Senin (14/8/2023) malam, berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang yang dilintasi Pawai Lampion Banyuwangi, menjadi berkah bagi ratusan UMKM.
Ratusan pelaku UMK mulai pedagang asongan, kaki lima, hingga masyarakat, berjejer di sepanjang rute.
Yang paling ramai adalah jalan A. Yani, mulai kantor Pemkab Banyuwangi yang menjadi start hingga Simpang Lima. Berjejer lapak-lapak pedagang mulai makanan ringan, mainan anak, minuman, jajanan, dan lainnya.
“Event di Banyuwangi harus menjadi mesin menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Banyuwangi Raih Insentif dari Kemenkeu Rp 12,29 Miliar, Digunakan untuk Peningkatan Ekonomi Rakyat
Ipuk mengatakan dampaknya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat terutama masyarakat kecil.
“Event ini menjadi pesta rakyat. Semua harus gembira dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain menghibur warga, juga bisa bisa menjadi pengukit ekonomi,” tegasnya.
Seperti yang dirasakan oleh Alfiyan, pemilik warung yang berjualan di depan kantor Pemkab Banyuwangi. “Biasanya sehari rata-rata dapat Rp. 20-400 ribu, tapi hari dapat Rp. 1 juta,” ujarnya.
Dengan Bawang Merah Semiorganik Banyuwangi, Petani Raup Rp 3,12 miliar
Selama pelaksanaan Pawai Lampion, ribuan warga memadati sepanjang rute pawai mulai Jalan Ahmad Yani, Simpang Lima, Jalan DR. Soetomo, hingga di Taman Blambangan. Ratusan lampion dibawakan pelajar mengenakan seragam pramuka membawa lampion berbagai macam bentuk.
Ada yang berbentuk, lambang pramuka, bendera merah putih, hewan, bunga, tokoh pahlawan, dan berbagai bentuk lainnya.
Tingkatkan Ekonomi Petani, Daftarkan Paten Indikasi Geografis Kopi Robusta Banyuwangi
Ipuk mengatakan Pawai Lampion merupakan tradisi sejak dulu. Dengan pawai ini, Banyuwangi ingin melestarikan tradisi yang merupakan kekayaan budaya.
Selama bulan Agustus, yang merupakan bulan Kemerdekaan, selain Pawai lampion juga digelar Festival Merdeka yang berisi berbagai event yang juga untuk mengungkit ekonomi masyarakat.