Tari Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi Bikin Merinding

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 30 Oktober 2022, 13:04 WIB
IMG-20221029-WA0114

Tari kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi tetap mempesona. Setelah absen dua tahun akibat pandemi, aksi memukau tari kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi bikin merinding.

Tari Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi Bikin Merinding

BanyuwangiNet-Festival Gandrung Sewu Banyuwangi yang digelar di, Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (29/10/2022), menuai decak kagum ribuan penonton.

Aksi teatrikal 1.284 pelajar Banyuwangi dengan berlatar Selat Bali, memukau ribuan penonton yang hadir. “Saya merinding nontonnya. Padahal sebelumnya saya sudah berkali-kali nonton Gandrung Sewu,” kata Adhitya Putra, wisatawan asal Jakarta.

BKN Apresiasi Transformasi Pelayanan Publik di Desa Banyuwangi

Wisatawan asal Jerman, Aaric, sengaja menetap lebih lama di Banyuwangi untuk melihat aksi para penari di Festival Gandrung Sewu. “Apresiasi tertinggi untuk para penari, ini pertunjukan kelas dunia,” kata Aaric.

Hal yang sama disampaikan wisatawan asal Skotlandia, Julien. “Hanya satu yang bisa saya katakan. Marvellous (luar biasa),” kata Julien.

Antusiasme penonton untuk menyaksikan Gandrung Sewu sangat tinggi. Dua jam sebelum pertunjukan, Pantai Boom telah dipadati ribuan penonton. Bahkan padatnya kendaraan telah terlihat sejak pintu gerbang Pantai Boom. Lahan parkir Pantai Boom penuh sesak dengan kendaraan.

“Meski telah banyak budaya barat dan K-Pop yang masuk ke negeri ini, tidak menyurutkan kecintaan anak-anak muda Banyuwangi pada seni budaya asli daerahnya. Kalian semua sungguh luar biasa,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Total Perputaran Omset di Banyuwangi Flower Festival Capai Hampir Setengah Miliar

Menurut Ipuk event tahunan Festival Gandrung Sewu merupakan upaya daerah untuk mengangkat pamor budaya. Menurutnya gandrung sewu menjadi perekat kecintaan pemuda terhadap budaya lokal.

Bahkan Ipuk mengaku bangga, karena anak-anak muda sangat antusias untuk terlibat di Gandrung Sewu. Ini terlihat dari pendaftar yang mengikuti seleksi menjadi penari Gandrung Sewu mencapai 3000 orang, yang akhirnya terpilih 1.284 penari.

“Saya sangat bangga. Terima kasih anak-anakku. Terina kasih para orangtua, pelatih, dan semua yang terlibat dalam festival ini,” kata Ipuk.

Ditambahkan Ipuk, Gandrung Sewu bukan hanya helatan pariwisata, tapi bagian pemajuan budaya daerah. “Selain unjuk seni, Gandrung Sewu upaya regenerasi pecinta dan pelaku seni Banyuwangi,” kata Ipuk.

Gandrung Sewu, lanjut Ipuk, adalah sarana menggerakkan modal sosial. Dan yang paling penting, Gandrung Sewu mampu menggeliatkan ekonomi daerah.

“Warung dan restoran rakyat ramai diserbu ribuan wisatawan, penginapan penuh, wisatawan belanja oleh-oleh. Dari transformasi, UMKM, dan akomodasi semua bergeliat karena Gandrung Sewu,” kata Ipuk.

Turut hadir pada atraksi budaya tersebut, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas. Dari Kementrian Pariwisata dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, R Kurleni Ukar; Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Kosmas Harefa.

Juga hadir Plt Kepala BKN Indonesia Bima Haria Wibisana, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Eko Prasetyanto, Kepala Arsip Nasional RI Imam Gunarto, dan tamu undangan lainnya.

Tampak pula Wabup Sugirah dan jajaran Forkopimda Banyuwangi hadir untuk menyemangati oara seniman muda tersebut.

Tahun ini, tema yang diusung Festival Gandrung Sewu adalah “Sumunare Tlatah Blambangan” atau Kilau Bumi Blambangan, sebuah kisah Banyuwangi semasa masih menjadi kawasan Kerajaan Blambangan. Kala itu, kerajaan dilanda wabah. Bahkan, sang putri raja bernama Dewi Sekardadu, terjangkit.

Tak seorangpun mampu menyembuhkan hingga datang seorang ulama bernama Syekh Maulana Ishak ke Blambangan. Kedatangan Syekh Maulana Ishak berhasil menyembuhkan wabah di Blambangan. Kisah inilah yang menjadi fragmen utama dalam Gandrung Sewu kali ini.

Artikel Terkait