7 Investasi Jangka Panjang yang Prospek di 2021
BanyuwangiNet.com – Pandemi covid-19 yang terjadi selama 2020 telah mengubah tatanan segala aspek. Ini juga mempengaruhi prospek investasi jangka panjang.
Berkaca dari tahun 2020, memasuki tahun 2021 terdapat beberapa bidang investasi yang diprediksi akan sangat menguntungkan. Apa saja investasi tersebut?
Farmasi dan Perawatan Kesehatan
Peringkat pertama tentu investasi jangka panjang yang berkaitan dengan kesehatan. Sepanjang 2020 atau sejak pandemi, perusahaan yang berhubungan dengan kesehatan berkembang sangat pesat.
Ini karena kesehatan menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Beberapa perusahaan di sektor kesehatan mengalami kenaikan nilai saham yang sangat pesat.
5 Persamaan dan Perbedaan Investasi Reksadana: Bareksa vs Bibit
Pada 2020 dua pemain besar di bidang kesehatan Kimia Farma dan Indofarma tercatat mengalami kenaikan saham yang cukup tinggi. Kimia Farma sebesar 334% dan Indofarma mencapai ini 1272 persen.
Dengan demikian pada 2021, investasi jangka panjang di bidang fatmasi dan perawatan kesehatan tetap menjadi pilihan utama.
Mata Uang Digital (Cryptocurrency)
Investasi jangka panjang di mata uang digital atau cryptocurrency bisa menjadi pilihan yang prospek di 2021. Ini karena pada tahun 2020 atau selalu pandemi keuntungan investasi di cryptocurrency hampir tiga kali lipat dari jumlah investasi awal.
Misalnya saja mata uang digital seperti bitcoin. Pada 2020 harga bitcoin naik sebesar 185%. Dengan demikian investasi jangka panjang di bidang ini diprediksi tetap menjadi primadona.
Ditambah lagi pemerintah sejak Desember 2020, telah resmi mengizinkan mata uang digital seperti Bitcoin di bursa berjangka. Pemerintah telah mengakui adanya 229 cryptocurrency di tanah air.
Mobil Listrik
Kenaikan saham produsen mobil listrik Tesla sebesar 650% di 2020 membuat investasi jangka panjang di mobil listrik bisa menjadi pilihan yang baik.
Pada 2020 perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut tampaknya tidak terlalu terpengaruh pada pandemi covid-19. Tahun lalu saja, Tesla telah menjual mobil listrik sebanyak 499.550 kendaraan. Hanya kurang sedikit dari target 500.000 kendaraan.
Demikian juga dengan nilai saham perusahaan mobil listrik dari China, Nio yang juga meroket pada 2020. Nilai saham mobil listrik NIO di masa pandemi naik 472 persen tepatnya pada Mei tahun lalu.
Hotel Banyuwangi Recomended untuk Staycation Liburan Tahun Baru 2021
Automotive News melaporkan sepanjang tahun 2020, Nio mengirimkan 43.728 kendaraan. Nah, kira-kira di tahun ini perusahaan mobil listrik apa yang akan berhasil di Indonesia, seiring komitmen pemerintah yang akan mengembangkan mobil listrik.
Akankah Hyundai yang telah melirik peluang mobil listrik di Indonesia? Perusahaan mobil listrik asal Korea Selatan itu telah berkomitmen membangun pabrik mobil listrik di Indonesia dan telah mulai produksi tahun 2021. Atau perusahaan lainnya seperti Astra.
Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi masih menjadi favorit untuk investasi jangka panjang. Di masa pandemi kebutuhan teknologi komunikasi menjadi kebutuhan menyusul diterapkannya Work From Home (WFH).
Sebut saja aplikasi Zoom yang menjadi pilihan banyak orang video konferensi. Tahun lalu selama pandemi, pendapatan Zoom meroket lebih dari 380 persen.
Bahkan CEO Zoom, Eric Yuan, telah masuk dalam jajaran 100 orang terkaya di dunia. Menurut FactSet Saham Zoom bernilai hampir 17 miliar dolar AS.
Penerbangan dan Pariwisata
Diakui atau tidak penerbangan dan pariwisata merupakan sektor yang paling terpukul selama masa pandemi. Pembatasan orang untuk bepergian, membuat bisnis di sektor ini babak belur.
Namun dengan telah ditemukannya vaksin dan program vaksinasi dari pemerintah secara luas, dunia penerbangan dan pariwisata akan kembali menggeliat.
Kerinduan orang untuk liburan akan membuat sektor ini diprediksi akan mengalami peningkatan berlipat.
Saat ini saham Garuda mulai membaik dengan mengalami kenaikan sebesar 200 persen dari harga terendah nya pada bulan. Setelah program vaksinasi diprediksi segala sesuatu yang berhubungan dengan traveling akan mengalami lompatan saat perjalanan meningkat.
Energi Terbarukan
Energi terbarukan diprediksi akan banyak dilirik di 2021. Ini seiring dengan komitmen di banyak negara yang ingin kehidupan ramah lingkungan di segala lini.
Seperti disebutkan di atas industri mobil listrik mengalami peningkatan. Maka energi yang dapat diperbaharui secara keseluruhan akan menjadi salah satu tempat investasi teraman yang dapat dilakukan.
Kini telah banyak perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran di sektor energi terbarukan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan matahari, angin, air, akan menjadi bahan yang menarik.
Perbankan
Saat terjadi masalah besar ekonomi seperti dampak pandemi, sektor perbankan akan menjadi salah satu sektor yang pertama diselamatkan oleh pemerintah.
Ketika pemulihan ekonomi pasca pandemi, pemerintah akan berusaha keras untuk memulihkan sektor perbankan. Jadi jika Anda memiliki dana untuk investasi jangka panjang, perbankan bisa menjadi pilihan bijak untuk menginvestasikan uang di bank.






