Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Banyuwangi Bangun Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 14 Maret 2025, 17:32 WIB
IMG-20250315-WA0014

BanyuwangiNet.com – Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya terkait swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk mencapai target swasembada pangan daerah yang mencakup perluasan area tanam padi dan penyerapan gabah dari petani.

Inisiatif ini ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama untuk Percepatan Serapan Gabah dan Beras, yang dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (13/3/2025).

Polisi Tangkap Dalang Pembacokan di Depan TPU Cungking Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan, “Presiden telah menetapkan program Asta Cita, salah satunya adalah Swasembada Pangan. Hal ini menjadi tanggung jawab daerah untuk merealisasikannya. Kolaborasi dari semua stakeholder sangat diperlukan agar upaya ini dapat berjalan optimal dan sesuai target.”

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dandim 0825 Arh Joko Sukoyo, Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspita, serta perwakilan dari Polres Banyuwangi dan jajaran Pemkab. Selain itu, hadir juga Ketua Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi dan perwakilan Ketua Gapoktan dari setiap kecamatan di Banyuwangi.

“Terima kasih atas komitmen yang telah terjalin. Semua pihak harus berkontribusi bersama untuk mencapai target Swasembada Pangan daerah,” kata Ipuk.

Antisipasi Kepadatan Arus Mudik saat Nyepi, Banyuwangi Siapkan Tempat Peristirahatan di Berbagai Lokasi

Pemerintah pusat menargetkan Banyuwangi untuk mencapai Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 151.048 hektar dan penyerap gabah dari petani oleh Bulog sebesar 52.800 ton beras hingga April 2025. LTT sendiri merupakan luas lahan yang ditanami padi dan dipanen dalam kurun waktu satu tahun. Pada tahun 2024, LTT Banyuwangi tercatat mencapai 119.651 hektar.

“Dengan luas baku sawah di Banyuwangi yang hanya 62.941 hektar, jika dilakukan dua kali musim tanam dalam setahun, maka LTT hanya akan mencapai 125.882 hektar. Ini berarti kita memerlukan tambahan luas tanam padi sekitar 30 ribu hektar pada tahun ini. Upaya ini perlu dilakukan bersama,” jelas Ipuk.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 540 Botol Arak Ilegal di Pelabuhan Ketapang

Bupati Ipuk mencatat beberapa langkah strategis yang harus diambil untuk mencapai target LTT 2025. Salah satunya adalah penerapan kebijakan ketat dalam pengaturan izin pembangunan di atas lahan sawah.

“Kebijakan ini diambil untuk melindungi luas lahan baku daerah agar tidak terus berkurang,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga terus berupaya meningkatkan produktivitas tanaman padi dengan cara memperkenalkan bibit unggul yang memiliki masa panen singkat, memperkenalkan pupuk alternatif seperti pupuk hayati dan Pupuk Organik Cair (POC), serta melakukan inovasi melalui RUPA (Rumah Pelayanan Pupuk Alternatif).

“Kami juga berfokus pada optimalisasi mekanisasi pertanian dengan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan),” tambah Ipuk.

Bulan Ramadan, Makan Bergizi Gratis Banyuwangi Tetap Berjalan dengan Penyesuaian Menu

Dandim 0825, Letkol Arh Joko Sukoyo, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan yang digagas oleh Pemkab dan Bulog.

“Kami siap memberikan pendampingan untuk mempercepat proses tanam padi hingga memastikan kelangsungan panen dan penyerapan gabah oleh Bulog. Kerja sama yang baik sangat penting; kita harus saling bergotong royong untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Dandim.

Artikel Terkait