Tetralogy East Java Running Festival 2025 di Banyuwangi Berlangsung Meriah, 1200 Pelari Ikut Ambil Bagian

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 26 Januari 2025, 19:59 WIB
IMG-20250126-WA0017

BanyuwangiNet.com – Tetralogy East Java Running Festival (EJRF) yang digelar di Pantai Boom Marina, Minggu pagi (16/1/2025), berlangsung dengan penuh kemeriahan. Sekitar 1200 pelari dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Lombok, Malang, hingga luar Jawa turut berpartisipasi dalam ajang sport tourism perdana ini.

Acara yang merupakan kolaborasi antara Polda Jawa Timur dan Pemkab Banyuwangi ini menawarkan tiga kategori lomba, yakni 2,5 km, 5 km, dan 10 km. Para peserta berlari menyusuri rute ikonik di Banyuwangi Kota, meliputi Taman Sritanjung, Taman Tirtawangi (Patung Kuda), hingga Taman Blambangan.

Antusiasme masyarakat turut menambah semarak event ini. Warga terlihat memberi semangat kepada para pelari sepanjang rute, bahkan tak sedikit yang menawarkan minuman dan camilan kepada peserta.

Pemkab dan Kejari Banyuwangi Lanjutkan Kerjasama Hukum Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Timur atas kepercayaan menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah perdana Tetralogy EJRF. Ipuk juga turut berlari bersama ribuan peserta lainnya.

“Terima kasih atas dukungan Polda Jatim yang turut memajukan wellness tourism di Banyuwangi, mengusung konsep wisata berbasis kesehatan. Saat ini, lari telah menjadi gaya hidup yang digandrungi banyak kalangan. Banyuwangi berusaha mewadahi berbagai komunitas olahraga dengan menyelenggarakan event-event seperti ini,” ujar Ipuk.

Banyuwangi sendiri telah dikenal dengan berbagai event sport tourism, mulai dari sepeda, paralayang, tenis, hingga sepatu roda. Event ini digelar mulai skala nasional hingga internasional, untuk mendukung pengembangan pariwisata dan olahraga di daerah.

Persewangi Siap Hadapi Laga Penentu Kontra Persebo 1964 Bondowoso

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol. Arman Asmara, menyebut Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah pertama karena memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar.

“Dukungan masyarakat Banyuwangi sangat luar biasa. Setelah Banyuwangi, Tetralogy EJRF akan berlanjut ke Kediri, Madiun, dan diakhiri di Surabaya,” jelas Arman.

Karena bertajuk Tetralogy, para pelari akan diadu dalam seluruh rangkaian festival lari ini. Setiap peserta akan mengumpulkan poin berdasarkan posisi finish di masing-masing lomba, yang kemudian diakumulasikan untuk menentukan pelari terbaik.

Persewangi vs Persid Jember dan Sejumlah Kenangan

Dewi Nur Laily, pelari perempuan yang menjadi juara kategori 5 km, berhasil mencatatkan waktu terbaik 26 menit 47 detik. Dewi mengaku terus berlatih intensif untuk meningkatkan kecepatan rata-rata selama sebulan terakhir.

“Alhamdulillah, hasil latihan saya terbayarkan. Ke depan, saya ingin memperpendek waktu lebih lagi,” ujar pelari kelahiran 1999 itu.

Semangat juga ditunjukkan oleh peserta senior seperti Slamet (60), warga Kelurahan Lateng, yang turut serta dalam kategori lari 2,5 km bersama anak dan cucunya.

“Meski sudah tua, semangat harus tetap muda. Saya senang sekali bisa ikut lomba lari ini,” kata Slamet penuh semangat.

Event ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menyatukan olahraga dan pariwisata dalam meningkatkan daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wellness tourism.

 

Artikel Terkait